Bahlil: Untung Saja Dulu Jadi Sopir Angkot Belum Ada B50

Bahlil: Untung Saja Dulu Jadi Sopir Angkot Belum Ada B50

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 10 Jul 2026 15:41 WIB
Menteri ESDM sekaligus Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di peluncuran biosolar B50 yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Bahlil Lahadalia Foto: (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap hasil uji jalan biodiesel B50 punya kualitas lebih baik dibandingkan B50.

"Alhamdulillah, Pak, hasil tesnya ternyata kualitas B50 jauh lebih baik daripada B40," kata Bahlil di Rest Area Km 57, Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Dia menjelaskan indikator peningkatan kualitas terlihat dari daya tahan filter bahan bakar kendaraan selama uji jalan. Pada penggunaan B40, filter umumnya harus diganti setelah kendaraan menempuh jarak 10.000 hingga 20.000 kilometer. Sementara pada B50, ada kendaraan yang telah menempuh 40.000 kilometer namun filternya belum perlu diganti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apa dasarnya? Kalau B40 itu filternya itu diganti pada ukuran 10.000 sampai dengan 20.000 kilometer. Nah, untuk B50, bapak ada yang 40.000 belum diganti filternya," kata Bahlil.

ADVERTISEMENT

Di sela-sela penjelasannya, Bahlil melempar candaan sambil bernostalgia dengan masa lalunya sebagai sopir angkot. Ia bersyukur teknologi B50 belum ada pada masanya menyopir angkot dulu, mengingat sopir kala itu kerap harus turun tangan sendiri saat bahan bakar bermasalah.

"Untung aja dulu waktu saya jadi sopir angkot belum ada B50 ini," ujarnya

"Dulu sopir angkot, Pak, begitu masuk air sedikit, kita tiarap di bawah mobil baru kita tiup. Kocok tiup. Inilah teknologi. Dan karena itu saya memberikan apresiasi kepada teman-teman yang melakukan ini secara teknis," lanjutnya.

Bahlil mengatakan uji coba B50 telah dilakukan selama sekitar enam bulan terhadap berbagai jenis kendaraan dan moda transportasi, mulai dari kereta api, bus, mobil penumpang, kapal.

"Ini test case-nya 6 bulan. Jadi kereta api, mobil Mercedes pun dites, Pak. Bus tidak hanya Toyota, Mercedes pun oke. Jadi ini dari Asia sampai Eropa semua kita bikin, kapal-kapal semuanya kita tes," kata Bahlil.

Pelaksanaan program tersebut mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengusahaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati serta Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 mengenai kewajiban pencampuran biodiesel sebesar 50% ke dalam minyak solar.

Dalam masa transisi, badan usaha penyedia BBM diberi waktu hingga 30 September 2026 untuk menghabiskan stok biodiesel dengan spesifikasi B40 sebelum beralih sepenuhnya ke B50.



(riar/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads