Sebuah McLaren 720 S ringsek sampai terbelah dua setelah mengalami kecelakaan. Praktisi keselamatan berkendara menilai, mengendarai supercar tak bisa asal ngegas.
Diketahui, supercar itu adalah mobil milik konten kreator game asal Sukoharjo, Febrian Paundra Alditama (21) alias Andra ST. Dari hasil pemeriksaan sementara disebutkan kecepatan mobil masih di bawah 100 km/jam.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Ardian, mengatakan pihaknya telah memintai keterangan pengemudi dalam insiden kecelakaan tersebut. Berdasarkan keterangannya, Andra ST mengaku mobil tidak melaju begitu kencang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau menurut keterangan (pengemudi) tidak terlalu kencang, mungkin masih kecepatan di bawah 100 km/jam," kata Ardia seperti dikutip detikJateng.
Andra, dan seorang penumpang bernama Robby Adek Pantjoro (21) warga Jakarta Timur, melaju dari arah Sukoharjo menuju ke Solo. Mobil sempat berhenti terkena lampu merah di simpang empat jalan Ciu.
Namun saat kembali berjalan, Andra ST tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya, sehingga oleng ke kiri hingga menabrak pagar, tiang wifi, dan tiang listrik. Mobil pun remuk dan terbelah menjadi dua bagian.
"Setelah kena lampu merah di simpang Telukan (Jalan Ciu), lalu berjalan dan terjadi selip, bannya selip. Pengemudi tidak bisa menguasai laju kendaraannya sehingga oleng ke kiri kemudian menabrak tiang," ujarnya.
Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menyebut, berkendara menggunakan supercar atau sportcar tekniknya berbeda. Selain harus melibatkan emosi yang stabil, mengendarai supercar tidak boleh lengah sedikit pun.
"Power mesin yang buas menuntut fokus pengemudi yang tinggi. Karena sekali injak pedal gas sudah harus memperhitungkan kondisi lingkungan 0-100 meter di depan dan seberapa pendek mobil mampu berhenti sempurna saat direm," kata Sony kepada detikOto, Rabu (8/7/2026).











































Komentar Terbanyak
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE
Populasi Meningkat, Muncul Usulan Mobil Listrik Kena Pajak Tahunan