Pertamax saat ini dijual Rp 16.250 per liter. Naik Rp 3.950 dari harga sebelumnya, Pertamina menyebut angka itu masih di bawah harga pasar yang sesungguhnya.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun menjelaskan bahwa penyesuaian harga yang berlaku saat ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai keekonomian dari produk beroktan (RON) 92 tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini penyesuaian kenaikan harga Pertamax masih di level sekitar 50% dari harga keekonomian. Di mana dengan RON lebih tinggi dan kualitas lebih baik, harga Pertamax pasti di atas Pertalite secara keekonomian," kata Roberth saat dihubungi detikOto.
ebagai informasi, Pertamax sejatinya masuk ke dalam golongan BBM Non-Subsidi atau Jenis Bahan Bakar Minyak Umum (JBU), yang fluktuasi harganya mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia. Kendati demikian, pemerintah sempat mengintervensi agar harganya tidak melonjak pada periode krusial sebelumnya.
"Pemerintah berkoordinasi dengan Pertamina agar tidak dilakukan penyesuaian harga per 1 April 2026. Harga Pertamax ditahan untuk tidak naik," ungkap Roberth.
Baru pada 10 Juni, penyesuaian harga dilakukan. Langkah ini diambil sebagai jalan tengah untuk menjaga keseimbangan antara kemampuan finansial negara dan daya beli masyarakat. Selain Pertamina, seluruh Badan Usaha (BU) swasta penyedia BBM di Indonesia juga melakukan langkah serupa.
Ilustrasi Pertamax Foto: Getty Images/iStockphoto/Mawaddah Fauziah |
Dia melanjutkan harga Pertamax tidak langsung dinaikkan penuh mengikuti harga keekonomian pasar adalah demi menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
"Per tanggal 10 Juni kemarin dilakukan penyesuaian harga jual Pertamax dalam rangka mengamankan daya beli dan ekonomi, serta menyesuaikan agar beban fiskal pemerintah dan badan usaha tetap kondusif," jelasnya lagi.
"Harga yang disesuaikan juga tidak sepenuhnya mengikuti harga keekonomian berbasis harga pasar atau internasional. Poin penting saat ini adalah bahwa harga Pertamax saat ini ada peran pemerintah di dalamnya, dan juga Pertamina," pungkasnya.
Jika dibandingkan dengan negara tetangga, harga Pertamax memang bukan yang termurah. Di Malaysia, tak ada BBM RON 92 yang dijual. Untuk bensin yang dijual kandungan oktannya 95 dan 97. BBM RON 95 bersubsidi di negeri jiran dijual seharga 1,99 ringgit atau setara dengan Rp 8,796. Sementara RON 95 versi nonsubsidi banderolnya 3,72 ringgit atau sekitar Rp 16.444.
Di Thailand, untuk BBM RON 91 dijual seharga 42,74 baht atau setara Rp 23.327. Selanjutnya di Filipina, harga bensin tanpa timbal RON 91 dijual seharga 90,36 peso per liter (Rp 26.430). Selanjutnya, bensin RON 95 sekarang dijual seharga 96,87 peso (Rp 28.335). Lalu bensin RON 97 harganya 105,35 peso (Rp 30.815). Harga BBM di Vietnam hari ini sedikit lebih murah dibanding harga BBM di Pertamina. Misalnya, bensin RON 92 (setara Pertamax) di Vietnam kini harganya sekitar Rp 14 ribuan.
VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga Sigit Setiawan menegaskan, perusahaan telah menahan harga jual Pertamax dalam waktu yang cukup lama. Langkah ini ditempuh untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi geopolitik global yang tak menentu.
"Pertamax RON 92 kebetulan di market itu karena kondisi geopolitik kemarin itu naik, RON 92 itu kalau di market itu udah harganya Rp20.000-an, Rp21.000. Dan kita masih tahan, masih berupaya menahan di Rp12.300," kata Sigit dilansir CNBC Indonesia.
"Teman-teman bisa melihat di market internasional di tetangga sebelah negara lain itu RON 91, 92 itu di Rp 20.000, Rp 21.000. Jadi kita ingin memberikan message bahwa ini memang perlu naik kepada konsumen karena kondisinya memang harus kami pastikan terkait dengan ketersediaan suplai di pasar," tutur Sigit.
(riar/din)











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta