Kabar itu diembuskan oleh The Financial Times. Laporan media tersebut menyebutkan bahwa penangkapan Ghosn dapat menyebabkan perceraian Renault dan Nissan yang saat ini menjalin aliansi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut informasinya, diskusi meliputi pemisahan engineering dan manufaktur. Ditambah perubahan besar pada dewan direksi Nissan.
Menurut dua orang sumber, meski upaya telah dilakukan untuk meningkatkan hubungan Renault dan Nissan, kemitraan keduanya dikabarkan renggang. Disebutkan, banyak eksekutif senior Nissan percaya bahwa Renault menjadi hambatan bagi perusahaan mereka.
Belum jelas seberapa besar kemungkinan perpecahan akan terjadi. Sebab, Renault adalah pemegang saham terbesar Nissan dan mereka telah mendorong perbaikan kemitraan keduanya.
Namun, diberitakan Reuters, Renault dan Nissan menegaskan aliansi mereka tidak dibubarkan. Keduanya sama-sama menyangkal laporan media mengenai potensi perceraian Renault dan Nissan.
"Aliansi solid, dan kuat," kata chairman Renault, Jean-Philippe Senard, kepada surat kabar Belgia, L'Echo seperti dikutip Reuters.
Nissan juga menegaskan hal yang sama. Kata Nissan, mereka sama sekali tidak mempertimbangkan pembubaran aliansi.
"Aliansi ini adalah sumber daya saing Nissan. Melalui aliansi ini, untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan, Nissan akan terus memberikan hasil yang saling menguntungkan bagi semua perusahaan anggota," kata Nissan dalam pernyataannya.
Halaman 2 dari 2
(rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi