Bogor - Pabrik motor listrik pemasok program MBG sempat viral. Pengadaan puluhan ribu unit yang dilakukan pada era Dadan Hindayana sempat memicu perdebatan publik.
Foto Oto
Ini Gudang Motor Listrik MBG yang Dipesan Dadan Hindayana
Deretan motor listrik terlihat di area pabrik perakitan kawasan Citereup, Kabupaten Bogor. Fasilitas produksi ini sempat menjadi perhatian publik setelah terlibat dalam pengadaan kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam jumlah besar.
Kendaraan tersebut sebelumnya diproyeksikan untuk mendukung mobilitas operasional layanan program MBG di berbagai wilayah Indonesia.
Pengadaan kendaraan ini pernah menjadi sorotan karena jumlah unit yang mencapai puluhan ribu. Pengadaan motor listrik MBG ini di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana, kini DadanΒ telah dicopot dari jabatannya tersebut.
Dalam catatan detikcom,Β Dadan kala itu menyebut, pengadaan motor listrik merupakan bagian dari anggaran tahun 2025 dan pembayarannya dilakukan secara bertahap.
Dadan menambahkan, hingga akhir masa pemberian kesempatan pada 20 Maret 2026, penyedia hanya sanggup menyelesaikan 85,01% atau sebanyak 21.801 unit dari 25.644 unit dari total yang ada pada kontrak. Secara total, realisasi pengadaan motor listrik mencapai 21.801 unit dari rencana awal 25.644 unit.
Ditelusuri melalui laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Inaproc milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, BGN melakukan pengadaan untuk pembelian sepeda motor roda dua pada 2025 sebesar Rp 1,22 triliun (Oktober 2025) untuk volume 24.400 unit. Pengadaan kendaraan roda dua untuk SPPI di seluruh wilayah Indonesia.
Kemudian pengadaan kendaraan roda dua untuk SPPI wilayah dua; nilainya Rp 406,5 miliar pada Mei 2025. Jumlahnya 8.133 unit. Selanjutnya nilai Rp 1,2 triliun pada Juli 2025 dengan status pengadaan kendaraan roda 2 untuk SPPI wilayah I, II, dan III. Jumlahnya 24.400 unit.
Dadan mengungkap motor listrik itu didapat dengan harga di bawah pasaran. BGN membeli motor itu dengan harga Rp 42 juta per unitnya.Β Dadan lebih lanjut menjelaskan, motor itu diperuntukkan bagi SPPG di daerah-daerah. Terlebih di daerah yang sulit dijangkau.












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun
Masa Keemasan Mobil China Disebut Bakal Berakhir