Selasa, 12 Nov 2019 12:33 WIB

Gaikindo Sayangkan BBN Dinaikkan di Akhir Tahun

Rizki Pratama - detikOto
GIIAS 2019. Foto: Dok. Seven Events GIIAS 2019. Foto: Dok. Seven Events
Jakarta - Di tengah lesunya pasar otomotif RI di tahun 2019 pemerintah DKI menerbitkan skema Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) baru yang semula 10% kini menjadi 12,5%. Sedikit banyaknya tentu hal ini semakin memberatkan para pelaku industri otomotif meyakinkan konsumen membeli kendaraan.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pun menganggap waktu penerapan kebijakan baru ini kurang tepat. Belum lagi bahwa DKI merupakan lumbung besar bagi penjualan kendaraan di Indonesia.



"Kalau kita lihat DKI memang kontributor penjualan terbesar. Kebetulan saat ini lagi penjualan agak surut tahun ini karena agenda politik, nggak ngerti kenapa di akhir tahun," kata Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi saat dihubungi detikcom, Selasa (12/11/2019).

Ia menyayangkan mengapa tarif BBN-KB dinaikkan pada akhir tahun, padahal akhir tahun merupakan momen para pelaku bisnis otomotif untuk bangkit dari beratnya semester awal akibat pesta politik.



"Intinya Gaikindo memandang kebijakan pemerintah setempat itu kita pasti ikuti, cuma ada beberapa concern kenapa baru akhir tahun. Biasanya berharap akhir tahun bisa naik setelah agenda politik yang berat dan pas juga otomotif lagi turun," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Membeludak! Dibuka Perdana, GIIAS 2019 Diserbu Pengunjung"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com