Head of Brand Development & Marketing Research 4W PT Suzuki Indomobil Sales, Harold Donnel di sela-sela perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (4/5/2019) mengungkapkan bahwa ada banyak pertimbangan sebelum benar-benar membawa Jimny ke Indonesia. Salah satunya adalah tentang permintaan konsumen dan ketersediaan unit (supply dan demand).
"Ada beberapa hal mengapa suatu produk itu bisa didatangkan dan diproduksi di sini atau tidak. Paling utamanya adalah skala bisnis memang (permintaan/demand). Tapi selain itu, kita juga memiliki pertimbangan tentang penjualan dan aftersales produk tersebut," kata Harold.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, secara global banyak negara lain yang sudah ngebet terhadap Suzuki Jimny. Bahkan disebutkan, beberapa negara harus rela menunggu hingga satu tahun supaya mobil legendaris berlogo S tersebut bisa tiba di garasi konsumennya.
"Secara global, inden Suzuki Jimny sangat mengular. Ada yang 6 bulan bahkan 1 tahun. Maka logika dasarnya, jika memang ada yang pesan akan sulit untuk tidak inden. Tapi sekali lagi, kita harus mengonfirmasi level demand dan supply dahulu sehingga belum bisa dikatakan secara pasti. Kita sih inginnya balance," ujar Harold.
"Bila melihat GIIAS kemarin (awal debut Suzuki Jimny di Indonesia), sangat baik antusiasnya. Pun pada pameran ini," tutupnya. (ruk/dry)











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE