"Iya semua mobil Volvo di tahun 2019 nanti akan full listrik. Namun yang sudah ada (produksi dibawah tahun 2019-Red) akan dipasang motor listrik sehingga menjadi hybrid. Tidak semerta-merta dimatikan," kata Muhammad Al Abdullah selaku CEO Garansindo Group yang kini menjadi Agen Pemegang Merk (APM) Volvo di Indonesia kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Mengingat Pemerintah Indonesia juga sedang gencar untuk mengurangi pemakaian kendaraan beremisi, apakah kebijakan Volvo tersebut akan dibawa ke Indonesia?
Menanggapi hal tersebut, lelaki yang disapa memet ini mengungkapkan bahwa semuanya tergantung pada Peraturan Presiden (Perpres) apakah berjalan dengan kondusif atau tidak.
"Yah kan Perpres nya sudah siap. Tapi semoga saja berjalan dengan kondusif dalam artian sesuai dengan apa yang digambarkan Presiden. Kalau itu berjalan, otomatis bakal jalan itu barang (Volvo)," ucap Al.
"Kalau tidak kondusif, wah bisa berpengaruh sekali pasti ke harganya. Jadi tergantung pada Perpresnya seperti apa untuk mobil listrik dan hybrid," tutupnya. (lth/ddn)










































