Akademi Komunitas Toyota Indonesia (AKTI) merayakan kelulusan angkatan keduanya tahun 2016-2017 dengan predikat Diploma 1 (D1) jurusan Teknik Pemeliharaan Mesin Otomasi yang berjumlah 32 orang. Meskipun miliki volume yang sama dari angkatan pertamanya, kelulusan kali ini miliki nilai yang sangat memuaskan dengan rata-rata IPK sebesar 3.30.
"Kini, pemerintah sedang gencar melakukan berbagai pengembangan dan investasi di bidang industri. Inilah landasan kami mencetak tenaga terampil yang siap terjun ke lapangan," kata Presdir PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono di Auditorim Hall Toyota Indonesia Academy (TIA), Karawang, Jawa Barat, Rabu (30/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TIA saat ini telah memiliki 64 lulusan berpredikat Diploma 1 (D1) jurusan teknik pemelihara mesin otomasi, tahun depan TIA akan membuka jurusan baru.
"Tahun depan akan kota buka program yang setara Diploma 2 (D2) teknik produksi kendaraan roda empat. Hal ini kita bentuk sejalan dengan target kita untuk mencetak kendaraan fuel efficient vehicle yang masif di tahun 2020," kata Warih.
Dengan pertambahan tersebut, TIA akan menambah kuota sebesar 64 siswa pada tahun depan. "Tahun depan kita akan tambah siswanya menjadi 64. Dalam 5 tahun ke depan, ini akan terus berkembang dan bertambah sejalan dengan perkembangan dunia otomotif," ungkap Bob Azam selaku Direktur Administrasi PT TMMIN.
Dirinya juga menambahkan, untuk mencetak produksi yang efisien, dalam lima tahun ke depan TIA akan membuka beberapa prodi baru yang setara dengan Diploma 2. "Ke depan (jangka waktu 5 tahun) direncanakan akan ada jurusan baru di Logistik, Mesin, dan Efisiensi," ujar Bob.
"Tahun ini 3 mahasiswa kami mendapatkan predikat cumlaude dan sisanya memperoleh predikat sangat memuaskan sehingga nilai IPK rata-rata lulusan tahun kedua ini 3.30. Sangat memuaskan," tambah Direktur Toyota Indonesia Akademi (TIA) Amirul Chusni.
Telah melalui 40 sks dengan kurikulum 30% pengetahuan dan informasi serta 70% ketrampilan dalam satu tahun, mahasiswa AKTI lulus 100%. Kemampuan lulusan ini pun diakui secara resmi oleh pemerintah dengan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit