Ini Bedanya Hybrid Ringan Suzuki dengan Full Hybrid

Ini Bedanya Hybrid Ringan Suzuki dengan Full Hybrid

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 08 Feb 2017 18:04 WIB
Ini Bedanya Hybrid Ringan Suzuki dengan Full Hybrid
Foto: dok Istimewa
Bogor - Suzuki Indomobil Sales (SIS) telah meluncurkan Suzuki Ertiga Diesel dengan teknologi hybrid ringan. Teknologi hybrid pada Ertiga ini berbeda dengan sistem full hybrid yang menggabungkan mesin diesel dengan motor listrik.

Head of Brand Development & Marketing Research 4W PT SIS, Harold Donnel menjelaskan, sistem hybrid Ertiga Diesel ini masuk ke dalam kategori hybrid ringan, bukan full hybrid.

"Hybrid itu kan ada full hybrid yaitu yang mayoritas menggunakan electricity, sama mild hybrid. Sebenarnya kita (Ertiga Diesel) masuk ke mild hybrid. Cuma karena bahasa mild hybrid tidak umum di masyarakat ya sudah kita penamaannya hybrid saja. Karena Kalau misalnya diklasifikasikan masuk hybrid juga," kata Harold kepada detikOto di sela-sela test drive Ertiga Diesel Hybrid di Bogor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bedanya, sistem full hybrid itu penggunaan daya elektrikalnya lebih dominan. Berbeda dengan sistem hybrid ringan yang ada pada Ertiga ini yang mesin bakarnya masih dominan.

"Jadi kalau full hybrid kan ada (baterai) ion-lithium, ada aki biasa juga dan dominasi electricity-nya luar biasa. Kalau kita (Ertiga Diesel) kan tetap penggunaan mesin bakar masih dominan. Mungkin kalau yang hybrid murni sekali itu hampir dengan mesin listrik, tapi tetap menggunakan bensin, cuma bisa up to 30-40 km/liter," kata Harold.

Harold mengatakan, sistem hybrid pada dasarnya menggunakan dua jenis atau lebih sumber tenaga. Suzuki Ertiga Diesel Hybrid ini menggabungkan mesin diesel dengan motor listrik yang didukung oleh aki 70 Ah. Ada tiga komponen utama di sistem ini yaitu mesin diesel D13A, baterai khusus 70 Ah dan Integrated Starter Generator (ISG).

ISG memiliki dua fungsi dasar. Pertama sebagai generator di mana saat deselerasi ISG menangkap energi untuk charge ulang energi dan menyimpannya di baterai. Yang kedua ISG sebagai motor yang memberikan tambahan torsi ke mesin, saat akselerasi.

Harold mengklaim, ada 4 keunggulan mesin diesel hybrid ini. Keempatnya yaitu Idle Stop/Start System, Brake Energy Regeneration, Torque Assist Function dan Gear Shift Indicator.

Fitur idle start/stop system memungkinkan mesin bakal mati ketika kendaraan dalam keadaan berhenti. Baterai pada mobil ini bertugas memberikan tenaga listrik ketika mesin sedang mati.

"Saat kondisi iddle start/stop, baterai akan menggantikan sumber tenaga untuk mengaktifkan fungsi kelistrikan mobil. Jadi Fitur-fitur kelistrikan mobil akan tetap berjalan normal," ujar Harold.

Selanjutnya ada torque assist function. Ini bertugas untuk memberikan tambahan torsi ke mesin saat akselerasi. Pada saat berakselerasi, ISG memanfaatkan energi dari baterai untuk berperan sebagai motor. ISG membantu mesin untuk memberikan tenaga dorong lebih sehingga beban mesin sedikit berkuraang tapi putaran mesin ringan dan mendukung efisiensi bahan bakar.

Terakhir adalah gear shift indicator. Ini merupakan fitur pemandu pengemudi untuk berkendara lebih irit lagi. (rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads