Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) hingga kini masih menanyakan kepada pemerintah Indonesia tentang penerapan standar Euro4. Sebab, kalau masih bertahan di Euro2, maka industri otomotif di Indonesia tidak bisa ekspor lebih banyak kendaraan.
"Mengenai Euro4 masih kita tanyakan, kok kita enggak naik ke Euro4. Karena kita enggak bisa ekspor-ekspor terus kalau masih Euro2," kata Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi saat berkunjung ke kantor redaksi detikcom di Jakarta, kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Asia, hanya ada tiga negara yang masih menerapkan standar Euro2 yaitu Indonesia, Myanmar dan Laos. Sementara negara lainnya sudah menerapkan Euro4, bahkan lebih tinggi.
"Bayangin, kita sama dengan Myanmar dan Laos. Filipina saja Euro4, Thailand Euro4, India sudah Euro4," ujar Nangoi.
Ditemui di kesempatan yang sama, Ketua III Gaikindo, Rizwan Alamsjah mengatakan, dari sisi produsen otomotif, implementasi Euro4 sudah siap. Hanya, ketersediaan bahan bakarnya yang belum siap.
"Intinya prinsipal sudah siap. Bahkan sudah bisa produksi Euro6. Intinya kami terus bekerja sama dengan pemerintah. Yang penting KLH (Kementerian Lingkungan Hidup), (Kementerian) Perindustrian, Pertamina, mendukung. Kalau KLH bilang Euro4, tapi Pertamina enggak siap, terus (Menteri) Perhubungan juga belum siap alat-alatnya untuk ngecek emisi, akan lama," ujar Rizwan.
"Kita sangat berharap pemerintah mengimplementasikan Euro4," timpal Nangoi. (rgr/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Kenapa Balik Nama Mobil-motor Bekas Masih Harus Keluar Duit?