Sama seperti Indonesia yang menerapkan pajak yang lumayan tinggi untuk mobil-mobil mewah yang diimpor utuh alias CBU, pemerintah China pun menerapkan hal yang sama. Karena hal itu, Rolls-Royce Motor Cars pun gerutu.
Pajak barang mewah yang tinggi di China menjadi perhatian banyak produsen karena negeri tirai bambu itu telah berubah menjadi ladang uang karena tingginya permintaan hampir semua merek mobil.
Karena pajak tinggi itu, produsen mobil ultra-mewah asal Inggris mengeluhkan para pelanggannya di negeri itu jadi harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk memiliki sebuah Rolls-Ryce bila dibanding dengan pelanggan di negara lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluhan ini makin menjadi setelah media China mengecam harga-harga mobil mewah di China yang jauh lebih mahal dibanding mobil sejenis di negara lain. Masyarakat menuduh para produsen mengambil margin keuntungan terlalu besar, diluar masalah pajak tadi.
"Perbedaan harga ini sangat dipengaruhi banyaknya pajak," kata CEO Rolls-Royce Torsten Mueller-Oetvoes seperti dikutip Bloomberg dan dilansir Car Advice.
Pajak tinggi di China itu, lanjut Mueller-Oetvoes, membuat harga mobil mewah di China menjadi sangat tinggi dan melebihi harga di pasar besar lainnya seperti Amerika Serikat , Eropa dan Timur Tengah. Selain pajak barang mewah yang tinggi, berbagai biaya lain juga ikut mempengaruhi harga.
Di China sendiri Rolls-Royce, yang saat ini dimiliki oleh BMW Group, memiliki 16 dealer dan akan menambah empat dealer lain di Changsha, Taiyuan, Kunming dan Nanning dalam beberapa bulan mendatang.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik