"Efek kenaikan DP belum terasa kalau sekarang. Paling cepat 2-3 bulan ke depan. Paling cepat kita bisa lihat September-Oktober," kata Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia Jongkie D Sugiarto di Jakarta, Rabu (27/7/2012).
"Tahun lalu jualan kita mendekati 5.000 unit, tahun ini kita targetkan 7.000 unit," ujarnya seraya mengatakan kalau sampai akhir Juni mereka kemungkinan bisa melepas 3.000an unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain fokus penjualan domestik, Hyundai pun juga fokus untuk mengekspor mobil mereka ke luar negeri. Hyundai Starex Mover saja diperkirakan mereka mampu mengekspor 1.500-2.000 unit ke Thailand. Dan hingga kini sudah 800 mobil yang diekspor.
"Kita juga siapkan pondasi yang kuat dengan network yang kuat. After sales dan lain-lain," tuntasnya.
Kenaikan ambang batas DP sendiri mulai diberlakukan pada 15 Juni 2012. Ketentuan itu lahir setelah Bank Indonesia (BI) membatasi uang muka (down payment/DP) kredit motor minimal 25 persen dan mobil 30 persen untuk pengajuan kredit kendaraan di perbankan.
Kementerian Keuangan kemudian menyusul membatasi DP kredit kendaraan di perusahaan multifinance atau leasing minimal 20 persen untuk motor dan 25 persen untuk mobil yang juga berlaku mulai 15 Juni.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun