Rencana itu akan dibangun dalam dua tahap dan akan berlaku di 27 negara Uni Eropa.
Untuk permulaan, mobil penumpang dan bus harus mengurangi kebisingan mereka sebanyak 2 desibel di dua tahun setelah publikasi aturan yang telah disepakati yang kemudian dilanjutkan dengan pengurangan yang sama tiga tahun setelah itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Uni Eropa mengatakan bahwa langkah-langkah itu dapat memotong kebisingan jalan hingga 25% dan merupakan suatu tindakan penting untuk memperbaiki kesehatan dan kualitas hidup warga Eropa.
Namun, pembuat mobil mengatakan mereka akan melobi untuk perubahan undang-undang sebelum disetujui oleh menteri Uni Eropa dan Parlemen Eropa.
"Kami memiliki masalah dengan waktu, dengan tingkat yang diusulkan dan juga dengan beberapa kategori hukum, dan ini perlu ditangani," kata Direktur Komunikasi ACEA (European automobile manufacturers association) Sigrid de Vries, di wards auto.
Dia mengatakan Uni Eropa mengusulkan batas 70 desibel untuk mobil penumpang di langkah pertama dan 68 di kedua. Tapi ACEA hanya sanggup melakukan pengurangan sampai 72 desibel pada langkah pertama dan 70 di tahap kedua.
Selain mesin dan kebisingan knalpot, pengurangan yang diusulkan juga akan berlaku untuk kebisingan ban dan permukaan jalan.
Sebuah studi ACEA melaporkan bahwa akan ada sekitar 8 persen kendaraan yang akan terpengaruh di tahap pertama ini dan 92 persen sisanya akan terpengaruh di tahap kedua.
Tapi mengingat jalan panjang yang harus dilalui sebuah aturan untuk disetujui oleh semua negara Uni Eropa terbilang lama, maka kemungkinan baru 2015 aturan ini bisa berlaku dan mungkin pula baru di 2017 sepenuhnya bisa terlaksana.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Harga BBM di Malaysia Turun, Bensin RON 95 Non-subsidi Setara Rp 15 Ribuan