Mobil listrik tidak bisa menggunakan ban secara asal. Sebab, karakter kendaraan listrik memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan mobil bermesin konvensional, salah satunya dari bobot kendaraan yang lebih berat akibat penggunaan baterai.
Kondisi tersebut membuat ban mobil listrik membutuhkan konstruksi yang mampu menopang beban kendaraan. Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah sidewall atau dinding samping ban.
Presiden Direktur PT Bridgestone Tire Indonesia, Mukiat Sutikno, mengatakan, kekuatan sidewall menjadi salah satu aspek penting pada ban khusus untuk kendaraan listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena ban EV yang tadi saya katakan kan sebenarnya bobot kendaraannya lebih berat karena baterainya. Jadi kalau sidewall-nya kurang kuat, itu ban-nya bisa pecah dari samping," ujar Mukiat dalam acara peluncuran Dayton di PIK2, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Selain kemampuan menopang bobot, ban mobil listrik juga dituntut punya tingkat kebisingan rendah. Hal ini berkaitan dengan karakter mobil listrik yang tidak menghasilkan suara mesin seperti kendaraan internal combustion engine (ICE).
"Dan di lain itu pula kalau kita bilang dari segi kenyamanan, ban EV ini harus lebih senyap. Karena kalau nggak, ya sama aja kita nyetir mobil konvensional, ICE gitu. Suara bannya masuk ke dalam (kabin mobil)," terang Mukiat.
Karena itu, pengembangan ban untuk kendaraan listrik juga memperhatikan aspek kenyamanan dan peredaman suara. Bridgestone sendiri memiliki teknologi B-Silent yang dirancang untuk meredam kebisingan yang masuk ke dalam kabin.
Teknologi tersebut menjadi salah satu teknologi yang digunakan Bridgestone untuk menjawab kebutuhan kendaraan listrik, seiring meningkatnya penggunaan mobil EV di Indonesia.
Bridgestone juga menyebut produknya telah digunakan pada kendaraan listrik premium. Mukiat bilang saat ini sudah ada model MPV listrik premium yang menggunakan ban Bridgestone produksi periode Juli-Agustus 2026.
"Untuk EV sendiri, sudah ada model MPV listrik premium yang pakai ban Bridgestone produksi bulan Juli-Agustus ini," ungkap Mukiat.
(lua/dry)










































