Toyota mengandalkan strategi multi-pathway dalam menghadapi perkembangan elektrifikasi kendaraan. Strategi tersebut dinilai memungkinkan konsumen memilih teknologi kendaraan sesuai kebutuhan dan kondisi mobilitas di berbagai wilayah. Berkat strategi ini pula, Toyota masih jadi raja otomotif dengan penjualan terbanyak di dunia dan di Indonesia.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Hiroyuki Oide bilang strategi tersebut terus dijalankan Toyota selama tren elektrifikasi berkembang di Indonesia. Menurutnya, pendekatan itu juga sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang berbeda-beda.
"Sepanjang perjalanan Toyota di Indonesia, selama 55 tahun, kami terus belajar dan mendengarkan masukan dan berevolusi bersama masyarakat termasuk tren elektrifikasi," kata pria yang akrab disapa Hiro, di arena GIIAS 2026, ICE BSD City, Tangerang (7/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, penjualan kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus meningkat. Pada 2022 kendaraan elektrifikasi menyumbang sekitar 2% penjualan dengan volume 20 ribu unit per tahun. Sementara pada semester pertama 2026, porsinya telah mendekati 27% dengan penjualan 117 ribu unit.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Hiroyuki Oide Foto: Luthfi Anshori |
Pertumbuhan tersebut turut didorong insentif pemerintah, penerimaan masyarakat yang meningkat, dan semakin banyaknya pilihan kendaraan elektrifikasi di pasar. Di tengah tren tersebut, Toyota tetap mempertahankan pendekatan multi-pathway, bukan hanya mengandalkan satu jenis teknologi elektrifikasi.
"Ini yang kemudian membuat banyak pihak bertanya, sebenarnya seberapa efektif strategi ini? Kita coba cek datanya secara global," bilang Hiro.
Secara global, Toyota mencatat penjualan lebih dari 4,1 juta kendaraan sepanjang Januari-Mei 2026. Angka tersebut menempatkan Toyota sebagai produsen otomotif dengan penjualan terbanyak di dunia, sekaligus mempertahankan posisi tersebut selama enam tahun terakhir. Dari total penjualan itu, sekitar 53% atau 2,2 juta unit merupakan kendaraan elektrifikasi.
Di Indonesia, Toyota juga masih menjadi pemimpin pasar. Pada semester pertama 2026, penjualan Toyota mencapai 133 ribu unit dengan pangsa pasar 30,7%. Sementara penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota mencapai 28 ribu unit, tumbuh 65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusinya kini mencapai 21% dari total penjualan Toyota di Indonesia.
Strategi Multi-Pathway bikin Toyota jadi raja otomotif dunia dan Indonesia Foto: Luthfi Anshori |
"Jadi, setiap satu dari lima kendaraan Toyota yang terjual di semester pertama 2026, sudah menggunakan teknologi elektrifikasi," sambungnya.
Menurutnya, kondisi geografis dan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang beragam membuat satu solusi teknologi belum tentu cocok untuk semua wilayah.
"Karena kondisi penggunaan kendaraan di Jakarta, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, atau wilayah kepulauan lain bisa sangat berbeda. Sehingga menurut kami, sulit kalau semua brand memaksakan menggunakan satu solusi mobilitas yang sama," ujarnya.
Karena itu, Toyota menyiapkan beragam pilihan teknologi elektrifikasi agar konsumen dapat menentukan kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
Strategi Multi-Pathway bikin Toyota jadi raja otomotif dunia dan Indonesia Foto: Luthfi Anshori |














































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta