Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini

Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini

Dina Rayanti - detikOto
Jumat, 22 Mei 2026 08:45 WIB
PT Pertamina (Persero) sudah siap untuk menjual produk bensin terbarunya yakni Pertalite. Bensin RON 90 ini akan dijual pertamakali di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta pada Jumat (24/7/2015) mendatang. Petugas beraktivitas di SPBU Coco, Abdul Muis, Jak
Pertalite. Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta -

Heboh kabar beredar di media sosial Avanza-Xpander cs dan mobil di atas 1.400 cc bakal dilarang isi Pertalite mulai 1 Juni 2026. Begini kata Pertamina.

Jagat media sosial dihebohkan dengan kabar pembatasan Pertalite dan solar subsidi mulai 1 Juni 2026. Dalam beberapa unggahan di media sosial Instagram disebutkan bahwa pembatasan itu menyasar mobil-mobil dengan kapasitas mesin tertentu. Pertalite misalnya dibatasi hingga kapasitas mesin 1.400 cc. Itu artinya mobil-mobil bermesin 1.500 cc sekelas Toyota Avanza 1.5 L, Xpander, dan beberapa model lainnya yang masih bisa menenggak Pertalite tak bisa lagi mengisi BBM RON 90 Pertaminya tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara solar subsidi hanya boleh untuk kendaraan dengan kapasitas mesin maksimal 2.000 cc. Namun demikian belum aturan jelas yang mengatur terkait pembatasan pembelian BBM subsidi berdasarkan kapasitas mesin. Kalaupun nantinya ada pembatasan, Pertamina akan mengikuti kebijakan tersebut sesuai dengan ketetapan dari pemerintah.

"Kebijakan terkait energi akan ditetapkan oleh pemerintah melalui kajian dan keputusan yang akan dilaksanakan nantinya oleh operator," ungkap Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun kepada detikOto, Kamis (22/5/2026).

ADVERTISEMENT

Pertamina kata Roberth, saat ini hanya menunggu keputusan pemerintah bila nantinya ada kebijakan soal pembatasan BBM Pertalite ataupun solar.

"Lembaga pemerintah terkait yang akan menurunkan teknis dan bagaimana kebijakan tersebut diterapkan, pertamina saat ini menunggu dan mengikuti arahan yang berlaku saat ini yaitu menyalurkan energi sesuai ketentuan," lanjut Roberth.

Sebelumnya, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha mengungkap rencana terkait pembatasan BBM subsidi yang bakal diatur melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM.

"BBM, Pertalite, Solar, terserah nanti kalau Perpres 191 itu yang sudah didiskusikan juga kemarin di DEN, dengan Patra Niaga itu bisa kita realisasikan, kita batasi, walaupun itu masih commodity subsidy. Tapi paling tidak jenis segalanya kita batasi," ujar Satya dikutip detikFinance.

Satya mengungkap bila skema pembatasan menggunakan jenis kendaraan dan kapasitas mesin, maka pemerintah bisa menghemat konsumsi BBM subsidi hingga 15 persen.

"Kalau berdasarkan CC dan jenis kendaraan itu potensi hematnya, hitungan kami itu 10-15% daripada volume," terang Satya.

Wacana pembatasan Pertalite berdasarkan kapasitas mesin mobil sebenarnya sudah mencuat dalam tiga tahun belakangan. Dulu kabarnya pembatasan Pertalite akan berlaku untuk mobil dengan kapasitas maksimal 1.400 cc. Sedangkan untuk solar subsidi, kapasitas mesin kendaraan maksimal 2.000 cc.




(dry/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads