Mudik 2023, Kemenhub Mungkin Batasi Penggunaan Kendaraan Pribadi

ADVERTISEMENT

Mudik 2023, Kemenhub Mungkin Batasi Penggunaan Kendaraan Pribadi

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 19 Mei 2022 06:48 WIB
Kendaraan terjebak kemacetan di KM 47 hingga KM 58 arah Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Jumat (6/5/2022).
Foto: Jumlah kendaraan pribadi bertambah terus, Kemenhub khawatirkan ini saat musim mudik (Agung Pambudhy/detikcom).
Jakarta -

Jumlah kendaraan pribadi saban tahun bertambah terus. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengkhawatirkan pertambahan kendaraan pribadi tidak diimbangi dengan pertumbuhan jalan yang signifikan.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, saat mudik Lebaran 2022 lalu penggunaan mobil pribadi sangat tinggi. Banyak masyarakat yang ingin mudik menggunakan mobil pribadi dengan berbagai alasan.

"Kalau tiap tahun menambah berapa ribu kendaraan roda empat ya, karena memang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi kita yang cukup bagus. Dan kendaraan yang kemarin jalan-jalan di jalan tol itu kan banyak yang cc di bawah 1.500 ya. Artinya banyak masyarakat yang memang tertarik untuk melakukan perjalanan, dan yang memiliki kendaraan itu ingin menggunakan mobil. Karena mungkin kalau rombongannya atau keluarganya lima atau empat itu lebih ekonomis dibandingkan menggunakan pesawat dan sebagainya," kata Budi dalam konferensi pers secara virtual, kemarin.

Budi mengkhawatirkan kalau penggunaan kendaraan pribadi semakin tinggi, nantinya saat musim mudik juga akan padat. Apalagi jika jalan tol dari Lampung sampai Aceh sudah terhubung, dikhawatirkan penyeberangan tidak bisa menampung banyaknya kendaraan.

"Ini khawatirnya nanti kalau pertumbuhan kendaraan cukup tinggi sedangkan jalan tol juga dari Lampung sampai Aceh mulai terhubung, potensi pergerakan penyeberangan mungkin juga akan kapasitas menjadi sangat terbatas sekali," sebut Budi.

Lanjutnya, ini menjadi PR besar. Menurutnya, ini akan menjadi pembahasan dengan semua pemangku kepentingan untuk mengantisipasi pertumbuhan mobil yang tinggi tapi pertumbuhan jalan tidak signifikan.

"Mungkin pertumbuhan pertambahannya (jalan) nggak begitu signifikan dibandingkan dengan pertambahan kendaraan. Nah ini perkiraan saya juga mungkin dengan one way dan sebagainya mungkin akan jenuh lagi. Karena seperti kita lakukan di saat awal skema ganjil genap di Puncak, 1-2 bulan bisa mereduksi 30 atau 25%, tapi lama kelamaan akan kembali normal lagi," ujarnya.

"Jadi antisipasi ke depan, kalau kemudian kita dengan menggunakan penanganan model yang sekarang mungkin nggak cukup, makanya yang sekarang bersamaan, ada one way, pembatasan kendaraan (barang), ganjil genap. Mungkin tahun 2023 apa lagi yang perlu kita lakukan, kita masih punya waktu 1 tahun, minimal adalah membatasi penggunaan kendaraan roda empat dan roda dua sebagai mobilitas mudik. Apakah nanti angkutan umum dibanyakin atau apa," pungkasnya.



Simak Video "Ini Daerah dengan Populasi Sepeda Motor Terbanyak di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT