Sopir Bus Kecelakaan Maut di Tol Mojokerto Diduga Seorang Kernet

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 17 Mei 2022 19:08 WIB
Kecelakaan bus tabrak tiang VMS di Tol Surabaya-Mojokerto
Sopir bus pariwisata PO Ardiansyah yang tabrak tiang di Tol Mojokerto (16/5) diduga seorang kernet. Foto: Istimewa PJR Polda Jatim
Jakarta -

Kecelakaan tunggal bus pariwisata PO Ardiansyah yang menabrak tiang Variable Message Sign (VMS) di KM 712.400A Tol Mojokerto, Senin (16/5/2022) pagi terjadi saat bus sedang dibawa sopir pengganti. Diduga sopir pengganti tersebut adalah seorang kernet atau asisten sopir bus, yang tidak memiliki kualifikasi dan legalitas untuk mengemudikan bus.

Sebagai informasi, kecelakaan bus pariwisata PO Ardiansyah yang membawa rombongan wisata dari Surabaya (Jawa Timur) menuju Dieng, Wonosobo (Jawa Tengah) memakan cukup banyak korban. Dari 40 penumpang yang dibawa, tercatat 19 mengalami luka-luka, dan 14 penumpang meninggal dunia.

Menurut Dirlantas Polda Jatim, Kombes Latif Usman, sang sopir pengganti itu tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi). "Sopir ini ternyata, yang nyetir ini, tidak memiliki SIM," kata Latif dikutip dari detikJatim, Selasa (17/5/2022).

Berdasarkan temuan itu, polisi akan mendalami apakah Ade ini merupakan sopir cadangan atau hanya kernet yang diperbantukan dalam mengemudikan bus. Pendalaman ini dengan memeriksa PO (Perusahaan Otobus) tersebut.

"Makanya kami akan cari tahu statusnya, apakah dia ini sopir cadangan atau hanya kernet. Ini kami akan tanya lebih lanjut, dan pihak perusahaan akan kita tanyai, dan mintai keterangan," papar Latif.

"Sejauh mana mereka merekomendasikan dan melepas kendaraan ini kepada sopir ini. Pesan dari kapan, dan sopir, perusahaan harus menginformasikan pertanggungjawaban juga terhadap orang yang memesan. Ini akan kami dalami lebih lanjut ke perusahaannya juga," sambungnya.

Menurut Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan, memang santer dikabarkan jika sopir bus pengganti yang bikin celaka PO Ardiansyah adalah seorang kernet.

"Kabarnya--saya juga belum dapat keterangan yang lebih jelas--katanya kernet yang bawa mobil (bus) ini," ungkap pria yang akrab disapa Sani kepada detikOto, Selasa (17/5/2022).

"Bisa jadi itu pengemudi benar, bisa jadi juga kernet. Yang bisa menjawab itu hanya Tuhan dan pemilik bus," sambung Sani.

Selain tak memiliki SIM dan diduga tidak memiliki kualifikasi mengemudikan bus, sopir pengganti PO Ardiansyah ini juga disebut polisi terindikasi menggunakan sabu. Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan tes urine.

(lua/din)