Mudik Dilarang, PO Bus Semaput!

Jauh Hari Wawan S - detikOto
Kamis, 29 Apr 2021 03:54 WIB
Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) belum ada tanda-tanda peningkatan jumlah penumpang baik di Terminal Giwangan, Kota Yogyakarta dan Terminal Jombor, Sleman. Di dua terminal itu masih terpantau sepi.
Banyak usaha PO Bus di Yogyakarta yang kini semaput karena hantaman pandemi dan kini muncul larangan mudik dari pemerintah (Jauh Hari Wawan S)
Jakarta -

Pemerintah melarang mudik Lebaran 2021. Transportasi umum juga dilarang beroperasi, sementara pergerakan kendaraan pribadi sangat dibatasi. Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hantoro menyebut kerugian yang diderita dengan adanya larangan mudik ini sangat besar. PO bus kini semaput.

"Ya gede banget mas (ruginya). Wong kami sudah satu tahun lebih tidak beroperasi kok," kata Hantoro saat dihubungi wartawan, Rabu (28/4/2021).

Ia menjelaskan, untuk operasional per bulan saja membutuhkan biaya minimal puluhan juta. Sementara pemasukan sama sekali tidak ada karena tidak bisa beroperasi.

"Dihitung saja, setiap bulan itu kendaraan itu minimal Rp 55 juta per bulan di Yogyakarta. Kapasitas bis angkutannya ada sekitar 1200 pariwisata sama AKAP. Pariwisata itu ada 817, sisanya AKAP," jelasnya.

Kondisi yang dihadapi saat ini, lanjut Hantoro, sudah sangat sulit untuk dihadapi. Bahkan banyak PO yang 'semaput'. Untuk operasional setiap bulannya, PO banyak yang nombok.

"Sudah tidak megap-megap lagi, semaput. Sudah tidak bisa bergerak," sebutnya.

"Nomboknya sebulan, satu perusahaan di tempat kami itu minimal Rp 100 juta. Belum untuk bayar bunga bank," ungkapnya.

Ia meminta pemerintah memberikan ruang untuk bisa bekerja. Setidaknya, dengan kondisi pandemi COVID-19 ini PO Bus sudah mulai bisa beradaptasi dan menerapkan protokol kesehatan.

"Kami cuma meminta, berilah kami ruang untuk bekerja, untuk menggerakkan kendaraan kami, itu. Kalau ada ruang untuk kami bekerja untuk berkarya ya istilahnya pemerintah aku akan menyesuaikan juga mlaku alon-alon gitu (jalan pelan-pelan - red), gigi satu-dua saja," ucapnya.

Ia juga meminta jika memang tidak boleh beroperasi, setidaknya pemerintah memberikan solusi.

"Kalau kami dibatesi gini kan ngga bisa bergerak. Ya gapapa dilarang gini yang penting ada solusi bagi kami," pintanya.



Simak Video "Curhat Soal Larangan Mudik, PO BUS Harap Relaksasi, BLT Hingga Vaksinasi "
[Gambas:Video 20detik]
(din/lth)