Senin, 18 Feb 2019 14:10 WIB

Jokowi Bahas Biodiesel B100, Pabrikan Otomotif Butuh Waktu

M Luthfi Andika - detikOto
Biodiesel Foto: Achmad Dwi Afriyadi Biodiesel Foto: Achmad Dwi Afriyadi
Jakarta - Calon Presiden (Capres) 01 Joko Widodo tadi malam mengatakan akan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Salah satunya memimpikan Indonesia bakal memiliki bahan bakar Biodiesel B100.

Sebagai informasi tambahan Biodiesel B100 adalah satu bahan bakar yang tidak lagi menggunakan minyak berbasis fosil tapi dari yang lebih terbarukan seperti jagung, kelapa sawit atau lainnya. Lalu bagaimana tanggapan pabrikan otomotif ya?



Isuzu memberikan tanggapannya kepada detikOto. Isuzu menyatakan siap selalu mendukung rencana pemerintah dalam mengurangi penggunaan bahan bakar berbahan fosil, meski B100 sekaligus.

"Kita mendukung semua rencana pemerintah baik itu B20, B30 sampai B100. Kita mendukung, kalau kebaikan negara ini. Tapi yang pasti kita butuh waktu untuk mendevelop teknologinya," ucap Head of marketing Communication IAMI, Puti Annisa Moeloek, kepada detikOto.



Sebagai catatan, saat ini Isuzu sudah memiliki teknologi yang membuat kendaraan diesel-nya bisa mengkonsumsi bahan bakar B20.

"Isuzu pakai B20 saja bisa, tapi kita kan belum tahu B100 itu seperti apa. Tapi kita butuh waktu mempelajari dahulu, dan kita kaji dulu, jadi tidak bisa langsung (langsung menerapkan B100 secara instan-Red)," ujarnya.

Penggunaan bahan bakar B100 mencuat setelah debat kedua Calon Presiden (Capres) 2019. Jokowi mengatakan saat ini pemerintah telah memanfaatkan kelapa sawit dalam program Biodiesel 20% atau B20. "Supaya Pak Prabowo tahu, kita telah mulai B20 dan sudah berproduksi 98% dari yang kita harapkan," kata Jokowi dalam Debat Capres Jilid 2 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) tadi malam.



"Pemakaian biodiesel sudah kita mulai dengan produksi B20 akan lanjut ke B100 sehingga ketergantungan fosil akan dikurangi dari tahun ke tahun," sambungnya.

Memang tidak mudah untuk mengaplikasikan penggunaan biodiesel. Pelaku dunia transportasi sebelumnya sudah mewanti-wanti soal penggunaan biodiesel. Ada dampak negatif dan dampak positifnya terkait pemakaian biodiesel di mesin armada bus. Secara bisnis, masuk di akal karena harganya murah.

Namun secara teknis, penggunaan biodiesel di mesin kendaraan bisa memperpendek usia filter solar. Jadi pengusaha harus mengeluarkan biaya lebih untuk penggantian filter.

Menjawab kekhawatiran pengguna bus atau truk beberapa merek truk/bus sudah menggunakan double filter agar mengurangi jelaga di mesin kendaraan. Produsen juga sudah memberikan kepastian kalau penggunaan B20 tidak akan menggugurkan garansi.

Produsen juga memberikan beberapa saran kepada pengguna bus dan truk untuk memeriksa ketinggian oli mesin dengan dipstick secara rutin sebelum memulai menghidupkan mesin, mengecek water sedimentor secara berkala, mengganti filter solar secara berkala sesuai dengan buku panduan pemilik kendaraan, mengecek kondisi tangki bahan bakar, membersihkan dan melakukan penirisan tangki bahan bakar jika diperlukan.


Simak Juga 'Jokowi Vs Prabowo Tentang Nasib Biodiesel':

[Gambas:Video 20detik]


Jokowi Bahas Biodiesel B100, Pabrikan Otomotif Butuh Waktu
(lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com