Kamis, 27 Des 2018 09:27 WIB

Pelajaran dari Konflik di Jalan yang Tewaskan Letkol Dono

Ruly Kurniawan - detikOto
Lokasi Penembakan Letkol Dono. Foto: ibnu/detikcom Lokasi Penembakan Letkol Dono. Foto: ibnu/detikcom
Jakarta - Kejadian penembakan terhadap Letnan Kolonel (Letkol) Cpm Dono Kuspriyanto oleh Serda Jhoni Risdianto bisa jadi pelajaran bersama untuk lebih bijak ketika berkendara. Diketahui kasus tersebut terjadi setelah adegan serempetan di jalan yang memicu emosi dan tersangka yang sedang di bawah pengaruh alkohol.

Jusri Pulubuhu selaku Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menyayangkan hal ini kerap terjadi di masyarakat sekarang. Oleh sebab itu ia mengimbau agar lebih dewasa ketika menggunakan jalanan umum.

"Tertib lalu lintas dan sabar atau mengalah (empati) ketika berkendara sebenarnya kewajiban, hal yang harus dilakukan. Lalu bila bertemu pengendara yang agresif atau arogan, hindari eye contact dan komunikasi verbal dan non verbal agar tidak terjadi perpecahan," katanya ketika dihubungi detikOto di Jakarta, Rabu (26/12/2018).



"Bila diperlukan, catat saja nomor kendaraan lawan. Tidak usah memancing dan terpancing emosi," kata Jusri lagi.

Jusri juga menyarankan untuk menghindari perilaku mempertahankan hak lalu lintas entah salah atau benar. Serta, menantang atau menunjukkan ketidaksukaan terhadap pengendara yang dituju (lawan).

"Tidak perlu untuk mempertahankan hak lalu lintas Anda, salah atau benar itu bukan domain Anda. Menunjukkan ketidaksukaan Anda juga jangan dilakukan. Apalagi mengeluarkan kata-kata makian. Janganlah segan untuk mengalah di samping taat lalu lintas," kata Jusri.

Sebab, risiko berkendara bukan hanya kecelakaan namun juga keselamatan. Yakni, menyelamatkan diri dari pengendara yang arogan atau agresif dengan cara mengalah dan jangan memancing pelaku kriminal untuk datang.



"Memancing pelaku kriminal itu seperti menggunakan perhiasan berlebih ketika berkendara. Ini memancing pelaku kriminal untuk mengambil properti Anda. Terlebih saat keluar dari jalur utama (masuk jalur alternatif)," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Serda Jhoni Risdianto sebelum menembak Letkol Dono Kuspriyanto sedang mabuk. Ia mencegat korban yang sedang menggunakan mobil dinas setelah terjadi serempetan di sekitaran jalan Jatinegara, Jakarta Timur.

Kapendam Jaya Kolonel (Inf) Kristomei Sianturi mengatakan, pelaku menembak korban sebanyak empat kali.

"Dua tembakan di depan, kemudian kendaraan korban masih terus melaju dan ditembak lagi oleh pelaku, dua tembakan di belakang. Korban meninggal dunia di TKP dengan dua luka tembakan yang pertama di pelipis, kemudian yang kedua ada di punggung tembus ke perut," katanya.



Simak juga video 'Kronologi dan Momen Penembakan Letkol Dono oleh Serda Jhoni':

[Gambas:Video 20detik]

(ruk/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed