Sabtu, 22 Sep 2018 11:53 WIB

Bahan Dasar Utama Pelumas

Rizki Pratama - detikOto
Ilustrasi Pelumas Foto: Kiagoos Auliansyah Ilustrasi Pelumas Foto: Kiagoos Auliansyah
Jakarta - Para pemilik kendaraan bermotor tentu sudah tidak asing dengan pelumas. Pelumas memiliki fungsi yang sangat penting dalam operasional mesin penggerak. Selain meminimalisir gesekan metal pada mesin pelumas kini juga mampu mereduksi panas yang dihasilkan demi menjaga kondisi mesin.



Pertanyaannya adalah apakah anda tahu darimana pelumas atau oli berasal? Bahan utama oli adalah base oil. Pada saat ini base oil bisa didapatkan dengan dua cara yang pertama mengolah dari minyak bumi atau crude oil sedangkan yang kedua dari sisa penggunaan oli atau oli bekas.

Base oil yang didapat dari crude oil didapatkan dengan cara destilasi untuk memisahkan kandungan-kandungan yang dimiliki minyak bumi. Dari proses destilasi tersebut 10 hingga 15 persen base oil bisa disarikan selain gas, LPG, bensin, kerosin, solar, dan aspal.



Cara kedua adalah dengan memurnikan kembali oli bekas yang sudah digunakan. Oli sendiri secara garis besar merupakan campuran dari 80 persen base oil dan 20 persen aditif. "Pada saat pemakaian pelumas yang rusak hanyalah aditifnya saja, sedangkan base oil masih ada dan bisa diolah lagi," ujar General Manager Operation PT Wiraswasta Gemilang Indonesia, Wahyu Nugroho.

Namun tidak sembarang oli bekas bisa diolah dimurnikan begitu saja. Ada spesifikasi tertentu yang harus dipenuhi agar menghasilkan base oil yang bagus.

"Setelah kami menerima pasokan oli bekas, kami akan memilah kandungan yang dibawa oleh oli bekas itu. Untuk oli bekas yang kami olah ada speknya seperti kandungan air yang tidak boleh lebih dari 7 persen, kandungan bensin atau solar di bawah 5 persen, tidak boleh mengandung fatty acid atau minyak goreng, density kurang dari 0,9 persen, dan residu maksimal 14 persen," terang Wahyu kepada detikoto.



Setelah pemakaian oli bekas mengandung zat baru yang terbawa secara tidak sengaja. Oli yang telah digunakan akan membawa kandungan bensin, air, solar, dan base oil itu sendiri. Untuk membuat oli baru, base oil harus dipisahkan dari senyawa yang lain tersebut. Sama seperti pengolahan dari crude oil, cara destilasi juga digunakan untuk memisahkan molekul yang berbeda dalam kandungan oli bekas.

Hasil dari pemurnian oli bekas akan menghasilkan light neutral oil dan heavy neutral oil. Light neutral adalah base oil yang lebih encer daripada base oil heavy neutral. Setelah dua jenis base oil itu didapatkan barulah masuk proses blending untuk menghasil produk pelumas dengan berbagai macam kebutuhan mesin dengan mencampurkan aditif. (lth/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed