Di Jepang, produksi mobil Toyota merosot 78 persen menjadi 53.823 kendaraan. Ini adalah penurunan terbesar sejak 1976. Sementara output global turun 48 persen ditambah ekspor yang juga turun hingga 79 persen.
Saat ini pabrik Toyota di Jepang sudah bisa bekerja 70 persen dari kondisi norman, naik 50 persen pada bulan April dan Mei. Toyota berharap produksinya bisa berjalan normal pada bulan November atau Desember.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Produsen mobil ini membuat kemajuan bertahap dalam pemulihan dan Toyota kemungkinan bisa kembali ke tingkat normal lebih awal dari waktu yang mereka telah diumumkan," tandasnya.
Saat ini pasokan komponen yang masih dalam kondisi kritis hanya tinggal 30 jenis, angka tersebut sudah membaik karena pada bulan April ada 150 jenis komponen yang mengalami kritis pasokan mulai dari jenis komponen elektronik, karena atau plastik.
Sekitar 30 jenis komponen tersebut masih dalam kritis pasokan pendek, dibandingkan dengan 150 pada bulan April, sebagian besar komponen elektronik, karet dan plastik, Presiden Akio Toyoda mengatakan pada 11 Mei.
Dengan kondisi tersebut, Toyota kemungkinan hanya bisa menghasilkan kurang dari 6,5 juta kendaraan tahun ini, turun dibandingkan dengan produksi tahun lalu yang mencapai 8,6 juta. Bahkan banyak analis mengatakan kalau tahta Toyota sebagai pembuat mobil terbesar di dunia akan lepas tahun ini dan ambil General Motors serta Volkswagen AG.
(syu/ddn)










































