"Gas metana yang terdapat di lumpur Porong sebenarnya dapat kita olah dan manfaatkan," ujar Pusat Teknologi Material BPPT, Eniya Listiani Dewi kepada detikOto.
Pengolahan gas metana tersebut menurut Eniya dapat dilakukan dengan jalan merubah gas metana itu menjadi gas hidrogen yang dapat lebih berguna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlebih saat ini Eniaya bersama 40 orang staff ahlinya sedang mengembangkan sebuah perangkat energi yang dinamakan fuel cellΒ yang memang menggunakan hidrogen sebagai sumber energinya.
Alat yang mulai dia kembangkan sejak tahun 2005 silam ini pada prinsipnya mencoba merubah hidrogen menjadi listrik yang dapat digunakan untuk semua hal, termasuk kendaraan seperti yang sudah dia coba di sebuah sepeda motor.
Bahkan dari motor hasil percobaannya, Eniya telah mampu menghasilkan 500 watt listrik yang mampu membawa motor itu berlari hingga 60 km perjam.
"Bila gas metana di Porong dapat kita kelola, akan sangat banyak manfaatnya, apalagi harga hidrogen di Singapura sudah mencapai Rp 1,7 juta per tujuh meter kubik," ujarnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya