3 Fakta di Balik Rahasia Mesin Bus Tidak Dimatikan saat Berhenti di Rest Area

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 08 Feb 2021 15:20 WIB
Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) belum ada tanda-tanda peningkatan jumlah penumpang baik di Terminal Giwangan, Kota Yogyakarta dan Terminal Jombor, Sleman. Di dua terminal itu masih terpantau sepi.
Rahasia mengapa mesin bus tidak dimatikan saat berhenti di rest area. Foto: Jauh Hari Wawan S
Jakarta -

PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) memberi tanggapan mengenai rahasia mesin bus yang tidak dimatikan saat berhenti di rest area. Menurut salah satu sumber internal Hino, setidaknya ada 3 fakta yang bisa menjawab fenomena itu.

Apakah detikers pernah naik bus untuk perjalanan ke luar kota? Pastinya tahu dong, kalau mesin bus tidak pernah mati kala berhenti di rest area alias tempat peristirahatan. Apa alasannya ya? Padahal bus biasanya berhenti cukup lama di rest area.

Ternyata bukan karena driver lupa mematikan mesin ya. Ada alasannya teknisnya, nih. Seperti dijelaskan dalam infografis PO Putera Mulya yang dibagikan di akun Instagram resminya, mesin bus memang sengaja tidak dimatikan kala berhenti di rest area lantaran itu sebuah keharusan.

"Menurut para teknikal dan sopir bus, hal tersebut dikarenakan saat ini mesin diesel bus sudah menggunakan turbo, (jadi) sangat sensitif jika mesinnya terlalu sering diaktifkan atau dinonaktifkan," tulis penjelasan tersebut seperti dilihat detikOto, di akun Instagram @puteramulya_sejahtera, Minggu (7/2/2021).

Hino Indonesia pun sepakat dengan argumen tersebut. Namun ada beberapa hal yang perlu diluruskan agar tidak menimbulkan salah persepsi bagi para pembaca. Berikut poin-poin penjelasannya.

1. Memang bus diesel saat ini menggunakan turbo, jadi yang sebenarnya harus diperhatikan adalah saat (proses) menyalakan dan mematikan mesin. Saat menyalakan mesin, jangan langsung digas. Jadi tunggu 2-3 menit untuk idle (langsam), begitu juga saat mematikan (mesin), posisikan idle selama 5 menit, baru kemudian dimatikan. Ini agar turbo terlumasi dengan baik, sehingga turbo tidak rusak.

2. Mesin diesel butuh suhu kerja mesin tertentu, jadi memang harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum dioperasikan.

3. Sebenarnya ini alasan utamanya untuk bus (dengan) AC. Jadi mesin harus tetap nyala saat berhenti, karna bus butuh tenaga listrik untuk AC dan juga mungkin alat elektronik lainnya. Penumpang dalam kabin yang tidak turun harus tetap nyaman dengan sistem pendingin yang berjalan. Dan untuk mendinginkan ruangan bus di daerah tropis, sangat butuh waktu yang agak lama, kisaran 15-20 menit.

Jadi menurut pihak Hino, memang tidak ada salahnya jika tetap menghidupkan mesin saat bus berhenti di rest area. Namun juga tidak masalah jika mesin bus dimatikan dan dinyalakan secara berulang-ulang, asalkan caranya benar.



Simak Video "Hino-Tentrem Lahirkan Bus dengan Body Aluminium Mejeng di GIIAS 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)