Supaya Cat Mobil Tak Kusam, Mobil Wajib Dicuci Setiap Habis Kehujanan?

Rizki Pratama - detikOto
Jumat, 20 Nov 2020 06:05 WIB
Cuci mobil
Rawat body mobil di musim hujan. Foto: shutterstock
Jakarta -

Hujan memang kerap kali menjadi penyebab kerusakan pada kendaraan bermotor. Tidak hanya pada sistem mekanis, tampilan eksterior kendaraan bisa tak lagi cantik akibat air hujan.

Ada beberapa hal penting yang harus dipahami soal air hujan dan body mobil. Pertama anda perlu tahu bahwa air hujan itu megandung zat asam.

"Air hujan yang memiliki kandungan asam beserta polutan dapat bereaksi terhadap lapisan cat sehingga merusak cat kendaraan (berjamur hingga kusam)," jelas Kepala Bengkel Body Repair Auto2000 Pasar Kemis, Antonius Irwan kepada detikcom.

Irwan menjelaskan, jika hal ini telah terjadi cat harus dikikis ulang. Dengan demikian baru warna cat mobil kembali berkilau.

"Lapisan cat yang telah rusak perlu dikikis atau yang sering disebut polishing yang bertujuan untuk mengembalikan kilap dari cat kendaraan," lanjutnya.

Namun, apabila ingin mencegah sebelum terjadi ada beberapa kiat yang dapat dilakukan. Hal paling mudah adalah dengan tidak membiarkan mobil terlalu lama disirami air hujan. Apabila dipakai sehabis hujan, segera cuci mobil.

"Jangan biarkan kontaminan (air hujan, aspal, dsb) menempel kendaraan dalam waktu yang panjang. sederhananya, langsung bilas hingga cuci bodi kendaraan setelah melewati hujan di hari yang sama," papar Irwan.

Agar lebih maksimal dan perlindungan yang lebih baik ada juga upaya yang dapat anda lakukan. Caranya adalah dengan memberikan lapisan wax secara rutin atau lapisan nano coating.

"Untuk mengurangi resiko cat yang bereaksi, maka sebaiknya pemilik mobil rutin melapisi kendaraan dengan wax hingga mengaplikasikan nano coating yang memberikan perlindungan cat dari kontaminan," tukasnya.



Simak Video "Suka Campur-campur Bensin, Ini Bahayanya Buat Kendaraan"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)