Oli Kecampur Air, Ini Efek Bahayanya Buat Mesin

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 27 Okt 2020 10:20 WIB
Sebuah kawasan mewah di Jl Hang Jebat, Jakarta Selatan, terendam banjir, Jumat (9/10/2020). Banjir ini disebabkan meluapnya anak sungai akibat hujan deras.
Musim hujan, waspadai oli mesin bercampur air. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Air adalah musuh utama bagi kendaraan bermotor. Tidak hanya bisa membuat komponen logam pada motor dan mobil terkena korosi, air juga bisa bahaya jika bercampur dengan oli mesin.

Hujan makin sering mengguyur wilayah Jabodetabek. Para pengguna kendaraan bermotor tentunya wajib waspada. Untuk bikers misalnya, disarankan agar tidak memaksakan melewati genangan banjir. Sebab jika air sampai masuk ke dalam ruang mesin dan bercampur dengan oli, itu akan berdampak buruk pada jeroan mesin.

Menurut penjelasan Federal Oil dalam keterangan resminya, ada beberapa efek yang ditimbulkan dari bercampurnya oli dengan air dan kemudian dibiarkan. Apa saja?

Pertama perlu diketahui bahwa oli memiliki sifat demulsifier, yang artinya oli bisa memisahkan diri dengan air, tetapi dalam kasus ini oli dan air bersatu di tempat yang sama meskipun tetap terpisah.

Akibat dari adanya kandungan air pada oli mesin, maka sistem pelumasan menjadi tidak optimal. Mesin akan menjadi berat, dan selanjutnya suhu mesin akan menjadi lebih panas.

Bila kondisi seperti itu terus dipaksakan, akan mengakibatkan kerusakan mesin motor, kandungan air yang tercampur dengan oli bisa membuat korosi pada komponen yang ada di dalam mesin, sehingga mesin motor akan cepat rusak.

Untuk mengetahui oli tercampur air atau tidak sangat mudah, yakni dengan cara melihat warna oli. Jika oli mesin berwarna putih, maka dipastikan oli sudah tercampur air. Jika oli mesin sudah bercampur dengan air, jalan satu-satunya adalah harus mengganti oli mesin.



Simak Video "Tips Libur Long Weekend di Musim Hujan"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)