Program pengadaan truk untuk koperasi Desa Merah Putih mengguncang industri otomotif nasional. Tak tanggung-tanggung, total permintaan light duty truck (LDT) mencapai 80.000 unit untuk seluruh merek. Hal ini sempat bikin prinsipal pabrikan Jepang kaget.
Supply Chain and Marketing Communication (SCMC) Division Head PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), Wibowo Santoso, mengungkapkan bahwa lonjakan permintaan yang datang tiba-tiba ini membuat pabrikan harus bekerja ekstra keras. Angka pesanan tersebut bahkan melampaui total pasar truk nasional dalam satu tahun normal yang biasanya hanya berkisar di angka 60.000 unit.
"Satu tahun market kita paling 60 ribu semua merek. Ini tiba-tiba minta 80 ribu, kan butuh waktu semua merek bersiap juga," ujar Wibowo saat ditemui dealer Hino, Jakarta Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak prinsipal di Jepang sempat terkejut dengan volume pesanan yang begitu masif dalam waktu singkat. Apalagi, proses produksi truk melibatkan rantai pasok yang kompleks antara komponen lokal dan impor.
"Kaget sekali, makanya kita terus terang cukup struggling juga untuk meminta kenaikan (produksi). Karena komponen kita hampir 45 persen lokal, 55 persen dari luar. Semuanya harus sinkron, di Jepang naik, di Indonesia juga harus naik," jelasnya.
Dia menjelaskan untuk menyesuaikan kapasitas produksi dari kondisi normal ke tambahan 80.000 unit, industri idealnya membutuhkan waktu persiapan hingga dua tahun.
Menaikkan angka produksi bukan sim salabim. Wibowo menekankan ada proses panjang di balik layar, mulai dari kesiapan supplier lokal hingga urusan sumber daya manusia (SDM).
"Untuk produksi truk itu komponen banyak dan kita pakai supplier lokal. Untuk naik produksi butuh waktu; cari orang dulu, dididik lagi, di-training, baru bisa kerja," tambahnya.
Pemerintah Beri 'Napas' Hingga Desember
Dia menjelaskan, awalnya proyek ambisius ini ditargetkan rampung pada Maret 2026. Namun, setelah melihat realitas kapasitas produksi seluruh pabrikan yang ada di Indonesia, pemerintah akhirnya melonggarkan tenggat waktu.
"Kami semua diundang, bahkan mereka minta tolong ayo support program pemerintah. Awalnya Maret harus sudah selesai 80 ribu. Akhirnya mereka me-review, dibuka waktu sampai Desember untuk semua merek," kata Wibowo
PT Agrinas Pangan Nusantara membutuhkan sekitar 80 ribu unit LDT untuk tahun 2026. Seperti diketahui Hino menjadi salah satu produsen yang sudah dirakit lokal untuk memenuhi permintaan 10.000 unit truk ringan untuk Koperasi Desa Merah Putih. Merek lokal lain yang mengambil segmen LDT ini antara lain Mitsubishi Fuso (20.600 unit), Foton (13.500 unit), dan Isuzu (900 unit).
Sementara itu, Agrinas mengambil jalur impor untuk segmen Light Truck dari Tata Motors, sebanyak sebanyak 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck akan dipasok ke Kopdes Merah Putih.
(riar/dry)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu