Busi pada dasarnya bertugas untuk menciptakan percikan listrik yang akan digunakan untuk melakukan pembakaran. Makin bagus busi, makin bagus pula pembakaran di mesin dengan begitu performa kendaraan dan efisiensi bahan bakar pun dapat meningkat.
Namun masalahnya, kinerja busi sekarang ini sudah dianggap tidak mempu melakukan tugasnya dengan baik. Para ilmuwan pun telah lama menganggap bahwa laser sebenarnya bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Busi laser buatan ilmuwan Jepang ini dibuat dari bahan keramik komposit yang kompleks namun kuat yang diklaim dapat lebih baik menahan suhu dan tekanan.
Selain itu, busi laser tersebut juga mengandung berbagai bahan seperti yttrium-alluminium-gallium, neodymium dan chromium dengan ukuran 9 mm sampai 11 mm.
Laser pada busi ini bekerja dengan kecepatan mikrodetik dengan tingkat akurasi tinggi dalam menyulut pembakaran internal sehingga memastikan pembakaran yang dilakukan mesin dapat efisien dan bersih.
"Dulu, laser yang bisa memenuhi persyaratan sangat terbatas karena tidak efisien dan tidak stabil," ujar Takunori Taira dari National Institutes of Natural Sciences in Okazaki, Jepang.
Para ilmuwan itu kini tengah mengkaji komersialisasi busi laser dengan perusahaan otomotif terkenal Jepang yakni Denso.
(ddn/ddn)











































Komentar Terbanyak
Viral Sopir Alphard Tak Terima Ditegur Satpam usai Terobos Lampu Merah
Pemprov 'Kehilangan' Rp 2 Triliun, Pajak Mobil Listrik Rp 0 Perlu Ditinjau
Harga Pertamax Cs Naik, Pengguna Pertalite Makin Nambah