Senin, 05 Nov 2018 20:19 WIB

Tips Ngerem Motor Matic di Turunan, Biar Nggak Ngeblong

Ridwan Arifin - detikOto
Ilustrasi motor matik Foto: Agung Pambudhhy Ilustrasi motor matik Foto: Agung Pambudhhy
Jakarta - Otolovers mungkin masih ingat kejadian rem blong motor matic saat melewati turunan? Memang saat rem blong pada model motor bebek atau bertransmisi manual masih dapat terbantu dengan engine brake dengan menggunakan gigi yang lebih rendah.

Sedangkan untuk pengereman pada motor matic hanya mengandalkan rem depan dan belakang. Meski pengoperasiannya mudah, namun pengendara wajib tahu ini bagaimana pengoperasian rem ketika melintas di turunan tajam seperti di jalur Puncak, Bogor.



Guna mengetahui lebih lanjut detikOto berbincang dengan Instruktur Safety Driving Astra Honda Motor, Hendrik Ferianto. Untuk bisa memaksimalkan pengereman, ada caranya untuk mengantisipasi rem blong pada motor matic.

Pertama ia mengungkapkan penyebab rem blong, khususnya rem depan utamanya karena rem terlalu lama ditekan.

"Kalau kita ngerem itu kan akan panas kalau kita pakai sistem hidrolik panas dari kampas rem itu akan mengurangi viktositas dari olinya, sehingga jadi cair, makanya kalau kita ngerem depan pakai rem cakram kok lama-lama ngeplos, karena remnya terlalu lama ditekan," ungkap Hendrik kepada detikOto.



Lebih lanjut, kata dia, banyak pengendara matic saat melintas di turunan secara tidak sadar menggunakan kedua rem secara bersamaan.

"Problemnya banyak pengendara matic itu remnya dipakai semua, depan belakang dipakai, dia harus gantian karena nggak ada engine break," kata Hendrik.

"Tipsnya bisa menggunakan sistem rem buka tutup, kalau untuk motor matic bisa gantian lepas dan belakang, ini untuk memberikan nafas pada masing-masing rem," ungkap Hendrik.

Selain itu, kata Hendrik, ketika daya cengkram rem dirasa sudah tidak mengigit ada baiknya berhenti sejenak untuk mengembalikan temperatur dan viktositas oli pada rem.

"Kalau dirasakan udah ngeblong, sebaiknya berhenti dulu, beri waktu sejenak untuk temperatur di rem turun supaya viktositas oli bisa kembali normal," tutur Hendrik.

Demikian pula pada rem belakang, jika sudah di turunan maksimalkan penggunaan rem belakang dan dibantu dengan rem depan secara bertahap. Soalnya rem blong bisa terjadi karena pengoperasian rem yang berlebih.



"Kalau rem tromol bagaimana? Juga sama, jadi kalau tromol kita injak, dia lama-lama, kan besi panas sama besi panas kalau nempel itu licin, makanya daya cengkram rem belakang lama-lama dia akan turun kalau dia terlalu panas, jadi sistemnya sama gantian," ungkap Hendrik

"Kalau di turunan paling aman sebenarnya pakai rem belakang, kalau rem depan ini ada potensi roda belakang bisa keangkat, di motor off road pun juga sama, rem belakang, caranya pakai rem belakang lepas tambah sedikit rem depan, kita mainkan remnya aja," tutup Hendrik. (riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed