Selasa, 04 Sep 2018 14:00 WIB

Tips Motor

Tiga Cara Bersihkan Injektor Motor

Luthfi Anshori - detikOto
Membersihkan injektor motor pakai metode infus. Foto: Luthfi Anshori Membersihkan injektor motor pakai metode infus. Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - Motor injeksi dibekali komponen injektor yang bertugas mengubah bensin menjadi partikel kabut. Kerja injektor sendiri dibantu oleh ECU (Electronic Control Unit).

Untuk menjaga kondisinya agar tetap baik, injektor wajib dibersihkan setiap interval 10.000 km sekali. Tujuannya untuk menghilangkan endapan karbon sisa pembakaran.

"Injektor harus rutin dibersihkan, jika tidak, tarikan motor bisa tersendat, karena semprotan bensin dari injektor terhalang kotoran," kata Royyan, mekanik Yamaha Flagship Shop, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, kepada detikOto.

Bengkel resmi Yamaha, menawarkan tiga cara membersihkan injektor motor.

"Pertama pakai mesin Yamaha Injector Tester, lalu ada cairan carbon cleaner yang dituang ke tangki, dan terakhir cairan MTR yang langsung 'disuntikkan' ke selang bensin," lanjut Royyan.




Lalu, apa saja beda ketiga metode pembersihan injektor tersebut? Mari kita simak satu-satu.

Injector Tester & Cleaner

Cara membersihkan injektor pakai metode ini agak sedikit rumit dan butuh waktu. Sebab injektor motor harus dilepas dulu. Selanjutnya, di atas mesin injector tester & cleaner, Injektor mensimulasikan semprotan bensin sesuai tekanan standar. Kalau debit semprotan berkurang, berarti injektor kotor dan ada sumbatan pada hole.

Supaya terlihat perbedaannya, semprotan injektor yang kotor dibandingkan dengan semprotan injektor yang bersih. "Jika diameter (hasil) semprotan injektornya kecil atau tidak membentuk lingkaran, berarti injektornya kotor," terang Royyan.

Jika sudah ketahuan kotor, injektor bisa dibersihkan langsung, dengan cara merendamnya di cairan pembersih. Agar terlihat hasilnya, akan dilakukan kembali simulasi penyemprotan injektor di mesin injector tester & cleaner.

Campur dengan Bahan Bakar

Cara membersihkan injektor pakai metode ini adalah yang paling mudah. Tinggal menuang cairan carbon cleaner ke tangki supaya tercampur bahan bakar. "Nama cairannya Yamaha Carbon Cleaner. Isinya 75 ml bisa untuk campuran 3,5 sampai 5 liter bensin," jelas Royyan.

Menurut anjuran Yamaha, cairan ini harus dituang setiap 3.000 km sekali. Kelebihannya, selain bisa mengurangi endapan karbon di injektor, juga bisa membersihkan intake dan ruang bakar.

Metode Infus/ FI Cleaner

Cara selanjutnya pakai metode FI Cleaner. Berbeda dengan injector tester & cleaner dan Yamaha Carbon Cleaner, metode infus membersihkan langsung injektor. Metodenya dengan di-inject langsung menggunakan perangkat mirip infus.

"Injektor diinfus dengan cairan pembersih bernama MTR berkapasitas 50 cc," kata Royyan.

Prosesnya tidak terlalu rumit dan juga tidak terlalu sederhana. Caranya, lepas tangki, lepas selang bahan bakar penghubung ke injektor, lalu ganti dengan infus yang terhubung dengan tabung berisi cairan carbon cleaner MTR.

Setelah itu tabung ditekan dengan angin dari kompresor agar cairan masuk ke injektor dan ruang bakar untuk melakukan pembersihan.
Tekanan angin yang dibutuhkan sendiri berkisar 39-42 psi.

Kemudian mesin akan dibiarkan menyala sambil digas. Metode ini kurang lebih memakan waktu 5 menit sampai cairan pembersih injektor habis dan motor mati dengan sendirinya.

Dari ketiga cara tersebut, menuangkan cairan carbon cleaner ke tangki bahan bakar jadi yang paling gampang. Biayanya juga tergolong murah. Harga carbon cleaner paling murah dibanderol mulai Rp 30 ribuan.

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed