Roby mekanik bengkel Tech Motor di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat mengatakan kalau kampas rem kurang bagus bisa ngemakan tromol. Fatalnya tromol menjadi rusak dan harus diganti.
"Kampas rem tidak akan abis tapi tromolnya kemakan," kata Roby saat berbincang dengan detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kampas rem juga harus sering dicek minimal 1 bulan sekali kalau jalannya jarak jauh terus tapi kalau motor dipakai jarak dekat minimal 3 atau 4 bulan harus dicek," tegasnya.
Hal ini juga tidak terjadi pada rem depan. Kampas rem yang imitasi atau jelek bisa merusak piringan cakram. Sama halnya seperti rem belakang, kampas remnnya tetap tebal tapi jika terjadi pengereman yang ditumbalkan yakni piringan cakram dan kalau untuk rem belakang tromolnya yang akan cepat termakan.
Jika sudah begitu harus bagaimana? Roby menambahkan kalau motor pelek jari-jari bisa diganti tromolnya aja tapi kalau pelek racing harus ganti semuanya.
"Hati-hati kalau pakai pelek racing karena kalau ganti harus glondongan. Kan tromol belakangnya nyatu sama pelek. Jadi ada baiknya selalu menggunakan kampas rem yang asli beda harganya juga tipis," paparnya.
"Harga yang imitasi sama yang asli ga jauh paling mahal juga hanya beda Rp 20 sampai Rp 30 ribu antara yang imitasi dan yang asli. Mending yang asli ketauan fungsi dan keunggulannya terjamin," tutupnya.
(ady/ikh)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi