Terkuak! Ini Alasan Toyota Nggak Mau Hijrah Total ke Mobil Listrik

Terkuak! Ini Alasan Toyota Nggak Mau Hijrah Total ke Mobil Listrik

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Rabu, 17 Jun 2026 07:43 WIB
Logo Toyota
Foto: Paige Taylor White/Bloomberg
Jakarta -

Berbeda dengan pabrikan China dan Korea Selatan (Korsel), Toyota terlihat kurang antusias menyongsong era kendaraan listrik di dunia. Bahkan, produk mereka di segmen tersebut cenderung sedikit. Apa alasannya?

Bos Toyota, Akio Toyoda mengklaim, pihaknya mendefinisikan mobil sebagai 'mainan'. Itulah mengapa, semuanya harus dirancang serba menyenangkan, mulai dari desain, suara hingga sensasi berkendaranya. Dia menolak jika dipaksa beralih sepenuhnya ke mobil listrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin membuat mobil yang ingin saya miliki. Jika saya hanya harus membuat mobil netral karbon, itu tidak menarik," ujar Toyoda, dikutip dari Carscoops, Rabu (17/6).

Toyota Chairman Akio Toyoda bows during a news conference in Nagoya, central Japan, Tuesday, Jan. 30, 2024. Hours after Japanese transport officials raided the plant of a Toyota group company on Tuesday to investigate cheating on engine testing, Toyoda vowed to steer the company out of scandal and ensure the Japanese automaker sticks to Toyota Chairman Akio Toyoda Foto: Kyodo News via AP

Meski demikian, Toyota tetap mengembangkan berbagai teknologi ramah lingkungan. Selain mobil listrik, pabrikan Jepang tersebut juga menggarap kendaraan berbahan bakar hidrogen, fuel cell, hingga mesin pembakaran yang menggunakan hidrogen.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Toyota juga terus mempertahankan lini mobil performanya. Laporan terbaru menyebut generasi terbaru GR Yaris akan hadir dengan teknologi hybrid bertenaga besar. Selain itu, Toyota juga menyiapkan sejumlah mobil sport baru seperti MR2, Celica, dan GR GT bermesin V8 twin-turbo.

Toyoda menilai masih banyak penggemar otomotif, termasuk di dalam Toyota, yang berharap masa depan mobil tak hanya didominasi kendaraan listrik. Dia secara tak langsung ingin 'kiamat' mobil bensin tak pernah benar-benar terjadi.

"Semua orang beralih ke kendaraan listrik, itulah ketakutan terbesar saya," tuturnya.

Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Hiroyuki Ueda dan Wakil Presiden Direktur TAM Henry Tanoto berpose di antara Toyota New bZ4X pada pembukaan GIIAS 2025, ICE BSD City, Tangerang, Rabu (23/7/2025).Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Hiroyuki Ueda dan Wakil Presiden Direktur TAM Henry Tanoto berpose di antara Toyota New bZ4X pada pembukaan GIIAS 2025, ICE BSD City, Tangerang, Rabu (23/7/2025). Foto: Grandyos Zafna

Selain soal prinsip, Toyoda mengungkap alasan lain mengapa Toyota tak ingin hijrah total ke mobil listrik. Menurutnya, saat meninggalkan mobil bensin, maka ada tenaga kerja dan pemasok terkait yang langsung terdampak.

"Tiga-empat tahun lalu, saya satu-satunya yang mengatakan kepada media bahwa saya menyukai aroma, menyukai suara, dan menyukai mesin. Saya ingin mempertahankan lapangan kerja bagi pemasok mesin. Tapi tampaknya saya adalah satu-satunya. Saya merasa sangat sendirian," kata dia.



(sfn/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads