Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada awal September 2026 ini melanda sejumlah daerah, termasuk di Jakarta dan sekitarnya. Buat pemilik mobil, perhatikan lima bagian mobil ini yang sensitif dari abu vulkanik.
Material abu vulkanik berbeda dengan debu biasa karena mengandung mineral dengan permukaan yang kasar. Bahkan, abu vulkanik bisa membawa dampak pada mobil.
Abu yang sangat halus tersebut punya tingkat ketajaman tinggi layaknya pecahan kaca. Kandungan silika yang tinggi membuatnya memiliki sifat korosif sebagai pencetus karat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Auto2000, setidaknya ada lima bagian mobil yang sensitif dari abu vulkanik.
Kaca Mobil
Pertama bagian kaca mobil. Di beberapa daerah dilaporkan mobil-mobil yang terparkir terlihat kotor akibat abu vulkanik. Abu vulkanik itu menempel di kaca mobil. Ingat, jangan pernah menyeka abu vulkanik langsung dengan wiper karena kaca mobil bisa baret.
Kandungan silikon yang tinggi membuat abu vulkanik memiliki efek layaknya potongan kaca yang sangat halus. Begitu disapu dengan karet wiper, maka bisa menimbulkan baret dalam di kaca.
Jika perlu, siram dulu bagian mobil yang tertutup abu vulkanik. Saat mencuci mobil, semprotkan dulu kaca mobil dengan air bertekanan agar abu vulkanik turun. Pastikan sudah tidak ada abu yang menempel baru dilap dengan kain halus.
Bodi Mobil
Sama seperti kaca, bodi mobil juga menjadi bagian yang sensitif terhadap abu vulkanik. Jangan langsung menyekanya dengan lap basah sekalipun. Sebaiknya siram dulu bodi mobil dengan air mengalir untuk meluruhkan abu vulkanik.
Yang juga berbahaya adalah potensi timbulnya karat. Sebaiknya, segera bilas bodi mobil menggunakan air mengalir. Cek juga bagian kolong mobil karena di sana rentan terkena karat.
Filter Udara
Filter udara bisa lebih cepat kotor kemasukan abu vulkanik. Sebaiknya cek filter udara mobil kamu setelah pemakaian. Kalau kotor, segera ganti filter udara untuk mencegah kerusakan. Partikel abu vulkanik yang sangat halus mungkin saja menyusup ke ruang mesin jika filter udara sudah kurang baik.
Baca juga: Biaya Servis Toyota Agya, Siapin Duit Segini |
AC Mobil
Usahakan seminimal mungkin membuka kaca mobil di daerah terdampak abu vulkanik. Jika jendela terbuka dan abu vulkanik masuk ke dalam mobil, partikel itu akan tersedot ke dalam sistem sirkulasi AC mobil dan berisiko menghambat aliran udara.
Permukaan abu vulkanik yang tajam dan korosif bisa merusak perangkat AC. Ditambah potensi bahaya ketika udara AC yang terkontaminasi terhirup oleh penumpang mobil.
Disarankan untuk segera bersihkan kabin mobil setelah melewati daerah terdampak abu vulkanik. Cek sekitar dasbor dan kolong dek depan tempat berputarnya udara dari sistem sirkulasi AC mobil.
Rem
Komponen pengereman juga bisa terdampak abu vulkanik. Untuk mobil dengan rem cakram, abu vulkanik bisa menempel di piringan rem dan menjadi masalah ketika kampas rem menekan karena akan menimbulkan baret.
Begitu juga dengan mobil yang dilengkapi rem tromol. Partikel abu vulkanik bisa menyusup masuk ke dalam tromol rem. Kalau sudah begitu, gesekan dengan kampas rem akan membuat permukaan tromol rem meninggalkan goresan yang menurunkan performa, bahkan bisa macet dan merusak kalau dibiarkan dalam jangka waktu lama.










































