Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada awal September 2026 ini mulai dilaporkan mencapai sejumlah wilayah. Bagi pemilik kendaraan yang mobil atau motornya terkena abu vulkanik, membersihkannya tidak bisa dilakukan sembarangan.
Material abu vulkanik berbeda dengan debu biasa karena mengandung mineral dengan permukaan yang kasar. Lantas, bagaimana cara membersihkan kendaraan yang terkena abu vulkanik?
Baca juga: Begini Cara Parkir Paralel Mobil Hybrid |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyota GR Corolla di Tangerang Selatan diselimuti abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/26) dini hari. Foto: Muhammad Hafizh Gemilang |
Jangan Langsung Dilap
Dilansir dari Auto2000, hal pertama yang perlu dihindari adalah langsung mengelap bodi kendaraan menggunakan kain. Abu vulkanik yang masih menempel dapat ikut bergesekan dengan permukaan cat dan berpotensi menimbulkan baret.
Sebagai langkah awal, kendaraan sebaiknya dibilas menggunakan air dalam jumlah cukup banyak. Semprotan air diarahkan ke seluruh permukaan bodi untuk meluruhkan abu dan material lain yang menempel.
Cara ini penting dilakukan sebelum menyentuh permukaan bodi menggunakan spons atau kain.
Bilas dengan Air
Setelah sebagian besar abu luruh, proses pencucian bisa dilanjutkan seperti biasa menggunakan sabun khusus kendaraan.
"Tahap awal yang harus dilakukan adalah disemprot menggunakan air bertekenan terlebih dahulu untuk menghilangkan abu beserta material-material lainnya yang menempel pada permukaan bodi," ujar Pronanda Sultan, Kepala Bengkel Body & Paint Auto2000 Palembang, Sumatera Selatan.
Gunakan spons halus atau kain microfiber untuk membersihkan permukaan bodi. Hindari memberikan tekanan berlebihan ketika mengusap kendaraan, terutama jika masih terdapat sisa material vulkanik.
Setelah seluruh permukaan selesai dicuci, bilas kembali kendaraan sampai tidak ada sisa sabun maupun abu yang tertinggal.
Jangan Lupa Pakai Pelindung Diri
Membersihkan kendaraan yang terkena abu vulkanik juga perlu memperhatikan keselamatan pemilik kendaraan.
Gunakan masker serta kacamata pelindung saat mencuci kendaraan. Material abu yang beterbangan dapat mengganggu mata dan saluran pernapasan.
Keluhan mata perih sendiri dilaporkan warga di Bogor dan Jakarta ketika sebaran abu Anak Krakatau mencapai wilayah tersebut.
Baca juga: 7 Hal Bikin Mobil Boros Bensin, Awas Tekor! |
Toyota GR Corolla di Tangerang Selatan diselimuti abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/26) dini hari. Foto: Muhammad Hafizh Gemilang |
Perhatikan Bagian Kaca dan Celah Kendaraan
Jangan hanya fokus pada bodi. Abu vulkanik juga bisa mengendap pada kaca, wiper, sela-sela bodi, hingga bagian lain yang terbuka.
Bilas seluruh bagian kendaraan dengan air sebelum melakukan pengelapan. Pastikan tidak ada material yang masih tertinggal sebelum menggunakan kain microfiber.
Poles Jika Dibutuhkan
Jika kendaraan sudah dicuci tetapi permukaan cat masih terasa kasar atau terlihat memiliki endapan, pemilik kendaraan dapat mempertimbangkan proses pemolesan.
"Pemolesan dilakukan agar permukaan bodi kendaraan tetap berkilau. Pemolesan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat endapan abu vulakik yang tersisa pada permukaan cat," jelas Pronanda.
Pemolesan bertujuan membantu menghilangkan sisa endapan pada permukaan cat dan mengembalikan kilap bodi. Namun, jika kendaraan terkena abu cukup tebal atau permukaan cat sudah mengalami kerusakan, sebaiknya pemeriksaan dilakukan di bengkel bodi dan cat.
Yang paling penting, jangan menunda membersihkan abu vulkanik. Semakin lama material tersebut menempel pada permukaan kendaraan, semakin besar potensi menimbulkan masalah pada lapisan cat.












































