Arus Balik Bakal Padat, Lakukan 7 Hal Ini!

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Minggu, 08 Mei 2022 10:10 WIB
Pemudik terjebak kemacetan di KM 57 Tol Jakarta Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Jumat (6/5/2022). Meski polisi memberlakukan one way kemacetan terjadi selepas gerbang tol Cikampek Utama hingga Km 47 untuk jalur on way sebalah kiri. Untuk jalur one way sebelah kanan arah  Jakarta terlihat lancar kendaraan dapat memacu kecepatan hingga 80 km/jam. Foto diambil Pukul 15.10 WIB.
Lakukan 7 hal ini untuk bersiap macet-macetan di arus balik Lebaran (Foto: Agung Pambudhy/detikcom).
Jakarta -

Setelah masyarakat mudik Lebaran ke kampung halaman di kota masing-masing, kini pemudik harus kembali ke rumah. Nah, bagi kamu para pemudik yang ingin kembali ke kota asal, siap-siap harus menghadapi padatnya lalu lintas saat arus balik.

Baik arus mudik maupun arus balik Lebaran tahun ini, diprediksi terjadi kepadatan dan kemacetan lalu lintas. Polisi dan pemerintah telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas di jalan tol seperti contraflow dan sistem satu arah atau one way.

Namun, kamu sebagai pemudik yang mengendarai kendaraan pribadi juga harus menyiapkan sejumlah hal. Dikutip dari keterangan resmi Auto2000, berikut tujuh hal penting yang wajib disiapkan sebelum perjalanan pulang ke rumah usai mudik Lebaran.

1. Pastikan Istirahat yang Cukup

Berkendara jarak jauh membutuhkan kondisi fisik yang prima. Usahakan tidur nyenyak minimal 6 jam sebelum mengemudi mobil supaya tubuh bugar. Karena kondisi badan tentu akan menurun, mengingat di masa liburan cukup menguras energi.

Selama berkendara, sebaiknya kamu beristirahat setiap 2 jam sekali dan upayakan untuk tidur selama sekitar 30 menit di 2 jam kedua. Andai mengemudi melewati waktu 6 jam, usahakan agar ada sopir pengganti untuk mengurangi keletihan.

2. Manajemen Perjalanan

Pemerintah memiliki rencana untuk mengatur arus lalu lintas arus balik supaya tetap terkendali. Pantau terus informasinya melalui pemberitaan media atau melalui akun resmi institusi terkait. Manfaatkan peta digital untuk mempelajari rute yang paling nyaman dan waktu perjalanan yang paling tepat, termasuk mempelajari jalur alternatif kalau rute utama mengalami kemacetan panjang.

3. Safety Driving

Ini merupakan cara mengemudikan mobil yang sesuai dengan mengikuti standar keselamatan agar meminimalisir risiko kecelakaan. Mulai dari persiapan mobil, kebugaran tubuh, posisi berkendara yang pas, mengemudikan kendaraan dengan benar, dan mematuhi etika berkendara dan aturan lalu lintas.

4. Bikin Suasana Kabin Nyaman

Perjalanan panjang saat arus balik lebaran harus tetap menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Para pemudik bisa mengatur peletakan barang agar tidak mengganggu ruang gerak penumpang. Atur pula kapasitas penumpang agar tidak melebihi ketentuan. Bawa makanan dan minuman yang memadai, terutama jika ada anak dan lansia.

5. Perhitungkan Bahan Bakar dan Saldo E-toll

Bahan bakar yang selalu terisi penuh dan saldo e-toll yang cukup merupakan salah satu syarat agar pemudik dapat berkendara dengan tenang di jalan tol. Selain itu, isi penuh bensin saat berangkat dan tidak mengandalkan pom bensin di rest area kecuali terpaksa mengingat risiko penuh dan macet.

6. Kendalikan Emosi

Jutaan orang yang bermobilitas di waktu yang bersamaan berpotensi macet dan menguras kesabaran. Maka dari itu pemudik harus tetap bisa mengelola emosi, supaya perjalanan tetap menyenangkan dan nyaman bagi keluarga tercinta. Kemudian tidak terprovokasi ketika ada pengemudi lain melakukan manuver berbahaya.

7. Pastikan Mobil dalam Kondisi Prima

Untuk menjaga mobil tetap prima, lakukan kembali pengecekan pada beberapa komponen mobil, mulai cairan seperti oli, air radiator, air wiper dan cairan lainnya, lalu lampu-lampu, tekanan ban serta komponen penting lain. Demi memastikan supaya lebih aman, bisa sambangi bengkel siaga Auto2000 yang masih buka di kota masing-masing, dengan mengecek situs resmi Auto2000 Digiroom.

"Mengemudi mobil di momen arus balik libur Lebaran penuh tantangan mengingat jutaan orang akan berbagi jalan yang sama di waktu yang sama. Oleh karenanya, dibutuhkan skill mengemudi yang memadai dan ketenangan berpikir yang didapat dari cara mengemudi yang aman dan nyaman untuk mencegah timbulnya masalah. Pastikan pula kondisi mobil untuk memperlancar perjalanan dan membuat hati tenang," kata Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto2000.



Simak Video "60% Pemudik Belum Balik, Kemenhub Sarankan Tunda Kepulangan"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/mhg)