ADVERTISEMENT

Pelajaran dari Kejadian Mercy Diamuk Massa di Bantul

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Minggu, 30 Jan 2022 12:22 WIB
Mobil Mercy e-260 yang jadi bahan amukan massa di Bantul, kini ringsek. Polisi meringkus 3 tersangka perusakan mobil dan penganiayaan terhadap pengemudi.
Mercy Viral yang Ringsek Usai Diamuk Massa di Bantul. Foto: Pradito Rida Pertana.
Jakarta -

Viral di media sosial perusakan mobil Mercedes-Benz di Bantul. Perusakan itu disebut dipicu pengendara mobil yang kabur usai menabrak pemotor.

Awalnya perusakan dipicu pengemudi sedan itu sempat terlibat cekcok di warung makan ayam dan justru tancap gas hingga akhirnya dikejar massa.

Pengemudi itu terlibat cekcok di warung ayam karena disebut berhenti mendadak.

"Belum selesai permasalahan tersebut tiba-tiba mobil Mercy meninggalkan lokasi dan setelah itu dan langsung dikejar oleh beberapa orang dengan tujuan agar menyelesaikan permasalahan. Tapi mobil itu malah melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Kasongan hingga ke Pedukuhan Gedongan, mobil itu masuk ke kampung sempat menabrak motor dan akhirnya ada teriakan maling," ujar Kapolsek Kasihan Kompol Anton Nugroho Wibowo kepada detikJateng.

Akibatnya warga meneriaki pengemudi mobil itu maling sehingga terjadi pengejaran. Pemobil itu juga terus melajukan kendaraannya hingga akhirnya kembali menabrak pemotor lain di daerah sekitar Pasar Gamping yang memicu kemarahan warga.

Belajar dari kasus tersebut, praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan pengemudi seharusnya kooperatif dengan berhenti jika terlibat kecelakaan. Dia menyarankan untuk tidak kabur setelah terlibat kecelakaan.

"Kooperatif berhenti, kunci mobil (apabila kosong) dan minta segera selesaikan di kantor polisi terdekat," kata Sony kepada detikcom, Minggu (30/1/2022).

"Atau arahkan kendaraan ke kantor polisi terdekat. Hindari emosi dari provokasi yang sengaja diciptakan," ucapnya.

Sony juga menyebut, penting bagi pemilik kendaraan untuk memasang kamera dasbor atau dashcam. Hal ini bisa menjadi bukti penunjang apabila dibutuhkan.

"Sebagai pengemudi harus lebih berhati-hati lagi terhadap serangan kejahatan, selain memilih-pilih waktu dan rute perjalanan juga menjaga kecepatan dan jarak sehingga mereka tidak mudah menuduh," katanya.



Simak Video "Tol Cipularang KM 90-100 Kembali Makan Korban, Kenapa 'Angker'?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/mhg)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT