Penyebab Kaki-kaki Mobil Rusak

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 31 Des 2021 14:58 WIB
Biaya servis kaki-kaki mobil
Ilustrasi kaki-kaki mobil. Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Bekasi -

Kaki-kaki mobil merupakan bagian vital karena erat kaitannya dengan kenyamanan berkendara. Oleh sebab itu, pemilik kendaraan harus paham betul, apa saja faktor-faktor yang menyebabkan kaki-kaki mobil cepat rusak.

Dijelaskan Akhiong, pemilik bengkel spesialis kaki-kaki Sinar Mas Akhiong, kaki-kaki mobil rusak karena beberapa faktor. Faktor utamanya adalah jalanan rusak. Artinya, jika mobil sering melewati jalanan rusak, maka komponen swingarm dan suspensi akan bekerja lebih keras, sehingga berpengaruh kepada masa pakainya.

"Paling utama itu karena jalan (yang rusak ya). Maka itu, kalau ada lubang-lubang itu hindarin (jangan dihajar), sama speed trap yang biasanya ada di tol, itu kalau bisa mobil dipelanin. Kalau mobil sering dibawa ngebut saat lewat speed trap, pasti laher roda, long tie rod, rack steering bakal kena, pasti itu," kata Akhiong ditemui detikOto di Bekasi (30/12/2021).

Selain karena faktor jalanan, Akhiong juga menjelaskan jika awet tidaknya kaki-kaki mobil juga bergantung dengan material yang digunakan. "Sama bahan materialnya, kalau kurang kuat pasti (cepat rusak)," sambungnya.

Lanjut Akhiong menambahkan, ada juga perilaku berkendara lainnya yang bikin kaki-kaki mobil cepat rusak, yakni adalah ketika pengguna mobil sering memainkan setir saat mobil dalam posisi diam. Ini berlaku untuk mobil-mobil yang menggunakan electronic power steering.

"(Perilaku berkendara) pengaruh juga. Misal sekarang kan mobil rata-rata sudah pakai electronic power steering, maka mobil harus jalan dulu, baru main setirnya. Kalau mobil belum jalan, tapi dia main setir, maka gampang kena bosh steering atau gear power steering-nya," jelas Akhiong.

Dikutip dari laman Auto2000, ada beberapa ciri yang bisa diketahui pengendara ketika kaki-kaki mobil mulai rusak. Antara lain arah roda berubah, tapak ban terkikis, timbul bunyi dan roda bergoyang, muncul suara dengung, mobil limbung saat di tikungan, per bermasalah, ban aus, spooring berubah, velg penyok atau retak, dan terakhir rem terasa tidak enak.

(lua/din)