5 Salah Kaprah yang Berakibat Fatal Saat Ban Pecah

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 11 Feb 2021 17:16 WIB
kecelakaan pecah ban di tol madiun
Kecelakaan pecah ban di tol Madiun. Foto: Sugeng Harianto.
Jakarta -

Ban mobil yang pecah kerap menimbulkan kecelakaan yang fatal. Kondisi ini bisa mengancam siapa saja. Apalagi saat musim penghujan ini banyak jalan berlubang yang berisiko membuat ban mobil pecah.

Beberapa kali terjadi ban mobil pecah dan berakibat kecelakaan nahas. Bahkan, ada mobil yang sampai terguling akibat ban pecah. Jika penanganan dilakukan dengan tepat, kecelakaan akibat ban pecah bisa diminimalisir.

Menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, ada lima hal yang salah kaprah sehingga berakibat fatal saat ban pecah.

"Yang salah, pertama kalau pedal kopling diinjak. Kalau pedal kopling diinjak maka laju kendaraan tidak tertahan sehingga free wheel atau tidak melambat," kata Sony kepada detikcom, Kamis (11/2/2021).

Kesalahan kedua adalah jika pedal gas tetap diinjak. Kata Sony, kondisi itu akan membuat laju kendaraan semakin liar. Disarankan agar gas dilepas sehingga engine brake berfungsi membantu pengemudi dalam mengurangi laju kendaraannya.

Kecelakaan fatal  ini berawal dari pecahnuya ban mobil saat melaju cepat.Kecelakaan fatal berawal dari pecahnya ban mobil saat melaju cepat. Foto: Instagram: @dashcam_owners_indonesia

"Ketiga, kalau pedal rem diinjak, mobil akan semakin melintir akibat tekanan ban yang pecah semakin berat," ucap Sony, dia menyarankan saat pecah ban jangan langsung menginjak pedal rem dalam-dalam. Kurangi kecepatan secara bertahap.

Salah kaprah keempat adalah pindah gear ke gigi rendah terlambat. Karena pecah ban krusialnya di lima detik pertama. Artinya, kata Sony, lima detik pertama tindakan tepat harus dilakukan. Kalau melakukan kesalahan di lima detik pertama setelah ban pecah, maka bisa berakibat kecelakaan.

"Kelima, yang membuat mobil terbalik saat menghadapi pecah ban itu karena pengemudi salah menginjak pedal rem dan setelah ragu-ragu melepas pedal rem tersebut. Kenapa? Karena mobil jadi oleng dan selip, bisa berujung terbalik," ujar Sony.

Menurut Sony, cara mencegah kecelakaan yang lebih fatal akibat ban pecah adalah dengan menangani mobil secara tepat. Yaitu dengan mengendalikan setir dan mengurangi kecepatan secara bertahap.

"Teorinya, ketika pecah ban, maka setir akan menarik/berputar ke arah ban yang pecah. Karena ban yang pecah lebih berat. Sekalipun pengemudi menahan setir tersebut, tetap arah mobil berubah ke arah ban yang pecah itu. Hanya itu (mengendalikan setir dan mengurangi kecepatan secara bertahap) yang harus dilakukan oleh pengemudi," ujarnya.

Sony Susmana, menyarankan agar pengendara tidak panik jika ban mobil pecah. Sebab, ia menyebut, jika ban mobil pecah akibat jalan berlubang, sikapi dengan tenang. Hal itu agar pengendara tetap dapat berpikir jernih.

"Segera tepikan kendaraan ke bahu jalan dan pasang segitiga pengaman. Setelah itu tenangkan pikiran dan segera cari atau tunggu bantuan apabila tidak lengkapnya alat-alat," kata Sony.

"Jangan lupa dokumentasikan kerusakan dan penyebabnya untuk membuat laporan," sambungnya.



Simak Video "Kapolri Resmikan Indonesia Safety Driving Center di Tangsel"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)