8 Langkah Aman Mengisi Bahan Bakar di SPBU

Luthfi Anshori - detikOto
Sabtu, 05 Des 2020 15:33 WIB
Pertamina MOR IV mencatat kenaikan konsumsi BBM hampir 300% di SPBU tol Trans Jawa terutama di ruas A (Jakarta menuju Surabaya) yaitu KM 379, 429 dan 519.
Cara aman mengisi bahan bakar di SPBU. Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Anda pasti masih kerap mendengar berita mengenai mobil terbakar ketika mengisi bahan bakar SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). Kejadian seperti ini sangat berbahaya karena tidak hanya akan membuat mobil hangus terbakar, bahkan bisa menimbulkan korban jiwa. Potensi mobil terbakar di pom bensin sebenarnya bisa dihindari seandainya bisa melakukan tindakan pencegahan berikut ini.

Seperti dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resminya, ada 8 cara aman mengisi bahan bakar di SPBU. Berikut detailnya.

1. Mematikan Mesin Mobil

Ini merupakan prosedur standar yang selalui diingatkan oleh petugas SPBU tapi masih sering diabaikan oleh pengguna kendaraan. Mesin mobil yang menyala bisa memicu terjadinya percikan api saat bertemu uap bensin, terlebih bila ada masalah di sistem kelistrikan mobil seperti kabel busi bocor.

2. Dilarang Pakai Ponsel

Uap bahan bakar sanggup menjalar dari celah antara nozzle pengisian dan lubang tangki bensin yang sedang melakukan pengisian bahan bakar. Saat bertemu energi listrik dari sinyal ponsel, potensi terbakar bisa muncul yang cukup untuk menimbulkan kebakaran.

3. Jaga Jarak Aman

Tidak hanya ketika mengemudi di jalan, detikers harus menjaga jarak aman dengan mobil lain di dalam SPBU. Pasalnya, andai sampai terjadi sesuatu seperti mobil di depan atau bahkan mobil Anda terbakar, masih ada cukup ruang untuk menghindar.

4. Kecepatan Maksimal 10 km/jam

Saat memasuki SPBU, segera kurangi kecepatan mobil hingga di bawah 10 km/jam dan cukup sekitar 5 km/jam saja di area dispenser untuk menghindari risiko kecelakaan saat mobil berjalan di dalam pom bensin. Termasuk menjaga apabila mobil kecelakaan tidak berakibat fatal lantaran efek tabrakannya tidak terlalu besar.

5. Siapkan Alat Pemadam Api Ringan

Tidak ada salahnya menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di dalam mobil. Dengan begitu, Anda bisa memberikan pertolongan pertama pada mobil yang terbakar guna meminimalkan kerusakan dan korban jiwa. Saat ini banyak APAR dijual di toko online atau toko khusus alat pemadam kebakaran.

6. Lepaskan Safety Belt

Alasannya sederhana saja, jika sampai ada kondisi darurat, semua penumpang bisa keluar dari mobil dengan cepat. Karena saking paniknya, penumpang justru kesulitan membuka safety belt lantaran secara otomatis justru akan mengunci saat diberi tekanan oleh tubuh yang ingin segera keluar dan membuatnya kian sulit dibuka.

7. Perhatikan Nozzle Pengisi dan Lubang Tangki Bensin

Pastikan nozzle pengisi bensin menyentuh mulut lubang tangki bensin untuk menghindari timbulnya listrik statis yang bisa menyulut api. Pastikan pula operator SPBU tidak mengangkat nozzle jika masih ada bensin yang menetes dan menunggu hingga bensin benar-benar berhenti mengalir.

8. Menjaga Kondisi Mobil

Seperti telah disebutkan di atas, salah satu yang wajib diperhatikan adalah jangan sampai ada kerusakan pada mobil, seperti kabel busi bocor, yang sanggup memicu kebakaran di pom bensin. Oleh sebab itu, pastikan mobil selalu dalam kondisi prima dengan melakukan servis berkala di bengkel resmi.



Simak Video "Mantap! Road Trip Jakarta-Bali with Corolla Cross Hybrid"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)