Rabu, 18 Sep 2019 07:07 WIB

Belajar dari Kecelakaan Jagorawi, Jangan Lalai Cegah Ban Pecah

Luthfi Anshori - detikOto
Ilustrasi Ban Mobil Pecah. Foto: Newspress Ilustrasi Ban Mobil Pecah. Foto: Newspress
Cikarang - Kecelakaan tunggal yang terjadi di Jalan Tol Jagorawi Km 36, Bogor, akhir pekan lalu (15/9/2019) melibatkan sebuah mobil MPV yang mengalami pecah ban.

Kejadian pecah ban sendiri memang cukup berbahaya bagi pengendara mobil. Sebab setir bakal sulit dikendalikan, dan mobil akan melaju secara liar.

Maka itu, sebagai pemilik kendaraan yang baik, perlu memperhatikan kondisi ban mobil agar tetap melaju mulus di atas permukaan aspal tanpa kendala.



Dijelaskan Leader Quality Assurance Hankook Tire Indonesia Robby Unggul, ada beberapa hal yang menyebabkan ban mobil pecah saat dikendarai.

"Pertama, karena pemakaian yang tidak sesuai, misal tekanan ban terlalu tinggi dari standarnya atau beban mobil terlalu berat," kata Robby, di Cikarang, Bekasi, Selasa (17/9/2019).



Faktor selanjutnya, adalah pemakaian ban yang tidak dikontrol. "Artinya ban tersebut terus digunakan, meski kondisinya sudah mulai aus. Ini bisa pecah mendadak juga," terang Robby.

Cara mengecek keausan ban pun cukup gampang. Tinggal mengecek logo TWI (Tread Wear Indicator) yang ada di dinding ban. Logo ini berbentuk segitiga, dan jika sudah terkikis, tandanya ban harus diganti.

"Selain itu, perhatikan juga usia ban. Usia ban ada yang 3 tahun, ada yang 5 tahun," terang Robby.

Simak Video "Duh! Lion Air Pecah Ban Saat Mendarat di Soetta"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com