Namun sebelum melintasi jalan tol fungsional, Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengingatkan kepada Otolovers untuk mengindahkan Road safety atau mengutamakan keselamatan jalan.
"Jalan-jalan fungsional untuk menguraikan kemacetan. memang belum siap dari infrastruktur, jalan belum finishing, ketinggian bahu jalan dengan body jalan lebih tinggi. selain itu belum ada lampu jalan dan lain-lainnya," kata Jusri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jalanan sudah diberitahukan sebelumnya bahwa belum siap, sudah sewajarnya tingkat keamanannya belum siap. Oleh itu mental kita harus siap. Dari 100 mobil mungkin satu yang mengalami kecelakaan, itu kenapa? Karena mental mereka pasti tidak siap," katanya.
Jusri mengatakan jarak iring menjadi satu hal penting yang harus dilakukan saat melintasi jalan fungsional.
"..Yang perlu dipersiapkan saat di jalan fungsional itu ialah jarak iring, ini harus disikapi. Selain itu badan dan bahu jalan harusdiperhatikan, kalau jalan tol kan dibatasi dengan tebok, tapi ini belum. Oleh karena itu kita harus memiliki mental sikap berkendara yang baik dan disiplin," katanya.
"Tinggi bahu jalan dan bodi jalan berbeda, saat ban keluar dari badan jalan, maka mobil ini akan rentan terbalik. Terlebih kondisi secara fisik lemah, psikis ingin cepat sampai ke kampung halaman, di tambah infrastruktur belum siap, tapi jalanan tidak bisa disalahkan karena memang sudah diumumkan dan banyak yang mengabaikan," tambahnya. (lth/dry)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi