Wuling Eksion hadir sebagai SUV elektrifikasi pilihan baru. Versi plug in hybrid ini sejatinya menawarkan fleksibilitas dengan empat mode energi saat berkendara.
Perlu diketahui, Wuling Eksion mengombinasikan mesin 1.5L dedicated hybrid engine dengan Dedicated Hybrid Transmission (DHT) serta baterai 20,5 kWh. Kombinasi ini memberikan jarak tempuh listrik murni hingga 125 km dan total jarak tempuh lebih dari 1.000 km (CLTC).
Wuling Eksion punya sistem cerdas yang dapat bekerja secara adaptif melalui tiga mode; hybrid, hybrid pararel, dan EV.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya tidak perlu memilih secara manual mau pilih model dari mana," kata Product Communication Manager Wuling Motors, Danang Wiratmoko.
"Antara seri dan pararel itu nanti akan otomatis mengikuti kondisi berkendaraan,mengikuti bagaimana berubah kerja secara real time,nanti ketika kita nginjek kecepatan berapa,dia otomatis berubah ke seri,dia otomatis berubah ke paralel, sesuai sama beberapa parameter yang nanti dihitung secara otomatis. Kecuali untuk EV mode," kata dia.
Wuling Eksion diketahui punya empat mode penggunaan energi, antara lain; EV Max, EV First, Hybrid, dan Fuel Priority. Semuanya bisa diatur melalui pengaturan lewat head unit.
Danang menjelaskan karakter penggunaan dari masing-masing mode energi tersebut.
Mode EV Max dirancang untuk memaksimalkan penggunaan energi listrik secara penuh hingga batas optimalnya.
Jika memulai perjalanan dengan kondisi baterai 100% dan memilih mode EV Max, sistem mobil akan memprioritaskan penggunaan daya baterai secara terus-menerus. Sepanjang perjalanan, kendaraan akan digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik tanpa intervensi mesin bensin sama sekali, hingga daya baterai menyentuh batas limit di angka 12%.
"Filosofinya adalah dia memanfaatkan dulu energi baterai," kata Danang.
"Setelah 12%,mobil akan secara otomatis mengambil alih untuk switch ke model hybrid," kata dia.
Selanjutnya mode EV First. Menahan atau menjaga level daya baterai agar tidak turun lebih rendah dari kisaran 35%. Begitu menyentuh 35%, mesin bensin akan langsung aktif membantu.
Mode hybrid. Sistem mobil bekerja secara dinamis menyeimbangkan tenaga dari mesin bensin dan motor listrik. Perpindahan atau kombinasi daya ini disesuaikan secara otomatis berdasarkan load (beban) atau kebutuhan berkendara saat itu juga. Sensasi berkendara (feel) yang ditawarkan akan serupa dengan mobil-mobil hybrid pada umumnya-halus, responsif, dan efisien.
Kemudian mode Fuel Priority. Mode ini merupakan kebalikan dari EV Max. Jika EV Max menguras baterai, Fuel Priority justru memprioritaskan penggunaan mesin bensin sejak awal perjalanan. Tujuannya adalah untuk menjaga cadangan (reserve) daya di dalam baterai agar tetap melimpah, yang nantinya bisa digunakan saat dibutuhkan saat memasuki kemacetan kota.
"Kalau mau praktis,sebenarnya mau pilih EV First atau Hybrid,itu sudah sangat cukup sih," jelas Danang.
Wuling Eksion berbeda dengan mobil hybrid biasa, yang baterainya hanya terisi dari rem atau mesin. Eksion punya lubang colokan (plug) yang bisa mencolokkannya ke listrik rumah atau stasiun pengisian daya (SPKLU) layaknya mobil listrik murni.
(riar/dry)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun