Air Radiator Sebaiknya Jangan Diisi Air Keran

Air Radiator Sebaiknya Jangan Diisi Air Keran

Dina Rayanti - detikOto
Rabu, 21 Jun 2017 12:41 WIB
Air Radiator Sebaiknya Jangan Diisi Air Keran
Pengecekan mobil di Nissan-Datsun Rest Point (Foto: Dina Rayanti)
Karawang - Untuk mencegah mobil dari kondisi overheat yang nantinya mengakibatkan mogok, mesin mobil sebaiknya selalu berada dalam suhu optimal. Namun bagaimana jika dalam kondisi darurat tidak membawa water coolant, tetapi air radiatornya berkurang?

"Kalau coolant sih bisa air murni kayak misalnya darurat pakai air bekas AC atau air aki warna biru bukan yang warna merah. Soalnya kita enggak rekomendasiin air keran, takutnya nanti karatan dalamnya," kata Teknisi Nissan, Robbit T, di Karawang.

Namun jika darurat hanya ada air keran, Robbit menyarankan setelah mengisinya dengan air keran, kemudian radiator harus dikuras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Paling enggak setelah mudik dikuras, soalnya kan rawan karat, radiatornya karatan," jelas Robbit.

Kita sebaiknya sering-sering mengecek kondisi radiator mobil. Apabila sudah berkurang di bawah tanda bertuliskan min yang berarti water coolant sudah di bawah ambang batasnya, maka air radiator perlu ditambahkan.

"Itu kan di reservoirnya ada yang tulisan maksimal sama minimal itu biasanya airnya berkurang. Kalau udah di bawah minimal perlu ditambah batasnya sampai maksimal," kata Robbit. (dry/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads