Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Rabu 22 April 2015, 08:55 WIB

Kartini Otomotif

Astrid Ariani Wijana, 'Kecebur' di Dunia Otomotif Secara Tak Sengaja

- detikOto
Astrid Ariani Wijana, Kecebur di Dunia Otomotif Secara Tak Sengaja
Surabaya - Masih seputar Kartini di dunia otomotif Indonesia. Kali ini datang dari pabrikan mobil asal Jepang, Mazda. Yup, dia adalah Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia (MMI) Astrid Ariani Wijana.

Menurut Astrid, dirinya masuk ke industri otomotif itu karena 'kecebur'. Ketika lulus kuliah, teman-temannya memaksa Astrid untuk memasukkan lamaran ke salah satu brand otomotif asal Eropa yang sedang membuka lowongan di koran.

"Saya dipaksa teman-teman kampus untuk apply. Saya ragu apply karena requirement-nya 3 years experience. Tapi akhirnya 3 hari sebelum closing date saya kirim juga aplikasinya dan setelah beberapa tahapan akhirnya saya berhasil lolos di antara 800-an yang apply untuk posisi yang sama," ungkap Astrid kepada detikOto di sela-sela acara All New Mazda2 E-Halt Challenge One Tank fot Three Island.

Sampai akhirnya Astrid bekerja di merek otomotif asal Eropa itu sejak tahun 2003 hingga Agustus tahun 2006 dan setelah itu ia memutuskan untuk masuk ke Mazda Motor Indonesia pada 2 September tahun 2006 silam.

"Jadi sampai sekarang praktis hanya mengeluarkan CV (Curriculum Vitae) 2 kali saja," lugas Astrid sambil tersenyum.

Menurut Astrid, banyak yang bilang industri pertama yang digelutinya untuk pertama kali akan menjadi penentu dikedepannya.

"Ya mungkin benar juga karena awalnya saya sama sekali tidak tertarik di otomotif. Saya tahu kalau saya ingin jadi Brand Manager di industri retail tapi tidak pernah kepikir bahwa akan kecebur di otomotif," tuturnya bercerita.

Menurut Anda seorang wanita, apa sih tantangan bekerja di industri otomotif khususnya di brand Mazda?

Astrid menceritakan, tantangannya adalah tidak berhenti belajar karena di otomotif semuanya harus selalu belajar mengenai teknologi.

"Belum lagi kadang kolega-nya banyakan laki-laki, jadi kami harus bisa menunjukkan bahwa kami juga sama bisanya dengan kolega pria lainnya," katanya dengan bangga.

Tidak seperti dulu lagi, Astrid menilai anggapannya perempuan di dunia otomotif hanya dapat porsi sebagai Public Relation (PR) itu sudah tidak benar. Sekarang ini, seiring berjalannya waktu banyak para wanita yang tidak hanya menjadi PR tapi menduduki jabatan-jabatan yang bagus.

(ady/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed