Padahal, wanita juga memiliki kebutuhan-kebutuhan yang kadang tidak dituruti produsen. Kebiasaan menggunakan high heels, contohnya. Hingga saat ini tidak ada produsen yang mengakomodir wanita yang gemar menggunakan high heels.
Begitu juga dengan kebiasaan wanita yang membawa banyak barang setiap kali berkendara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Executive Vice President Nissan Inggris, Andy Palmer, inilah saatnya pada insinyur belajar untuk memahami kebutuhan para wanita.
Bagaimana ketidaknyamanan wanita yang menggunakan high heels sambil berkendara, ribetnya menaruh barang bawaan atau bahkan potensi menggores cat pintu mobil karena penggunaan cincin.
"Secara global, 50 persen wanita tidak puas dengan mobil mereka. Dan 74 persen wanita merasa 'disalahpahami' oleh mobil mereka," katanya seperti detikOto kutip dari Daily Mail.
Salah satu langkah untuk memahami kebutuhan wanita itu menurut Palmer bisa dicapai dengan meningkatkan persentase pekerja wanita di tiap pabrikan mobil.
"Tapi (masalahnya) universitas kami di Inggris hanya menghasilkan kurang dari 9 persen insinyur perempuan setiap tahun. Bandingkan dengan China yang sekitar 30 persen," aku Palmer.
"Jika sebuah perusahaan mobil tidak memiliki insinyur perempuan, itu merupakan kelemahan kompetitif. Umumnya, industri mobil tidak dilihat sebagai tempat ramah untuk perempuan. Cara terbaik untuk mengatasi itu adalah dengan memiliki lebih banyak perempuan di setiap bagian," lugasnya.
Pemahaman Palmer itu memang bisa dimengeri. Sebab, persentase pembeli mobil wanita kini sudah meningkat dan hampir menyamai pembeli mobil laki-laki.
Dari 27,8 juta pengendara di Inggris pada tahun 1989, 11,1 juta (40 persen) adalah perempuan, sementara 16,7 juta sisanya (60 persen) adalah laki-laki. Sementara saat ini ketika pengendara disana sudah mencapai 35,2 juta, 16,3 juta (46,3 persen) diantaranya adalah perempuan. Sedangkan laki-laki 18,9 juta (53,7 persen).
"Sampai saat ini selalu ada jauh lebih banyak pengendara laki-laki daripada wanita, yang secara alami menyebabkan tingkat bias dalam hal desain kendaraan. Namun hari-hari itu telah berlalu," kata RAC technical director, David Bizley.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB