Hal tersebut disampaikanΒ Sales Departement Manager PT Bridgestone Tire Indonesia John Arshad, dalam Media Gathering di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (18/2/2009).
"Kami tidak akan menaikkan harga, memang sempat ada rencana Februari ini sebesar 5%, tapi dibatalkan, takut pasar tidak bisa menerimanya," ujar Arshad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tetap sebagai market leader di Indonesia, dan tetap akan mempertahankan
itu pada tahun ini. Karenanya kami akan terus meningkatkan mutu dari
produk-produk kami," ujar Arshad.
Sampai saat ini, BTI telah bekerja sama dengan 19 Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) untuk mensuplai ban bagi produk-produk mereka.
Dalam dua bulan pertama ini, BTI telah mencatatkan 600.000 unit penjualan dalam
satu bulannya. Dengan 25% diantaranya diekspor untuk pasar AS.
Sementara untuk sektor after marketnya, BTI memegang pasar dengan presentase
sampai 41,6%.
Untuk rencana tahun ini, BTI akan menaikkan target penjualannya sampai dengan
35%, dan menyatakan tidak akan menaikkan harga jual produk mereka.
Ban Ilegal
Ketika ditanya mengenai maraknya peredaran ban-ban ilegal di tanah air, Arshad menjamin produk Bridgestone aman dari pemalsuan.
"Tenang saja, mutu kualitas kami tidak akan bisa dipalsukan. Sampai saat ini belum ada laporan pemalsuan ban Bridgestone. Kalaupun ada, paling hanya meniru kembangan saja. Yang namanya tiruan, tidak akan bisa menyamai aslinya," ujarnya. (bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun