Marc Marquez Bahas Rival Masa Lalu, Sebut-sebut Rossi

Marc Marquez Bahas Rival Masa Lalu, Sebut-sebut Rossi

Ridwan Arifin - detikOto
Minggu, 05 Jul 2026 18:20 WIB
MotoGP - Czech Republic Grand Prix - Masaryk Circuit, Brno, Czech Republic - June 21, 2026 Ducati Lenovo Teams Marc Marquez holds aloft the trophy after winning the race REUTERS/David W Cerny
Marc Marquez Foto: REUTERS/David W Cerny
Jakarta -

Marc Marquez menceritakan rival masa lalu saat berusia 20-an tahun. Dari Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, Casey Stoner hingga Valentino Rossi, semuanya punya kesan bagi The Baby Aliens.

Marquez menyebutkan masing-masing rival punya keunggulan. Kekuatan yang berbeda itu bikin Marquez kagum.

Pertama, rider seperti Jorge Lorenzo itu selalu konsisten. Sepanjang satu balapan, catatan waktu putaran Lorenzo nyaris tidak pernah berubah drastis dari lap ke lap. Menurut Marquez, Lorenzo punya kemampuan menjaga ritme balapan tetap rata dari awal sampai akhir. Tidak terlalu cepat di awal, lalu merosot di akhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Konsistensinya sangat mengesankan. Dia bisa datang ke sebuah sirkuit dan mampu membalap sepanjang balapan selalu dalam rentang dua persepuluh detik," ujar Marquez dikutip dari Motosan.es.

ADVERTISEMENT

Beralih ke Dani Pedrosa, Marquez tak segan memuji bakat alami rekan senegaranya itu.

"Bagi saya, dia adalah bakat murni. Mengendarai motor MotoGP dengan postur dan berat badannya adalah sesuatu yang hanya bisa dilakukan orang dengan bakat luar biasa. Dia pantas memenangkan gelar juara dunia," tegas Marquez.

Kemudian Casey Stoner, Marquez menekankan soal kecepatan eksplosif yang dimiliki juara dunia asal Australia tersebut. Stoner langsung tancap gas sejak awal sesi, bukan butuh pemanasan bertahap seperti pebalap lain.

"Mencetak rekor sirkuit di lap ketiga itu sangat sulit dilakukan. Ledakan kecepatan seperti itu adalah kekuatan terbesarnya," kata Marquez.

Selanjutnya Valentino Rossi. Bagi The Baby Aliens, pebalap ini punya kecerdasan taktis. Rossi kadang tidak tampil dominan di latihan bebas hingga kualifikasi, catatan waktunya biasa saja, posisi start-nya bahkan kadang di luar dugaan.

"Berkali-kali dia terlihat seperti tidak benar-benar hadir sepanjang akhir pekan, tapi begitu hari Minggu tiba, dia bisa mengatur balapan seperti tidak ada orang lain yang bisa. Dia mampu menang tanpa harus menjadi yang tercepat, atau kalaupun dia yang tercepat, dia tahu cara mengelola situasi itu dengan sempurna," ungkap Marquez.

Marquez menegaskan dirinya tidak pernah menganggap lebih unggul dari pebalap lain.

"Saya tidak pernah ingin berpikir bahwa saya punya lebih banyak bakat dibanding yang lain. Saya selalu berpikir rival-rival saya lebih baik dari saya karena itu memaksa saya untuk terus bekerja keras. Kalau kamu berpikir kamu yang terbaik, sangat mudah untuk lengah," ucapnya.



(riar/lua)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads