"Kalau untuk tempat, ini kita bisa dibilang luar biasa. Semua Hall satu ke satuan yang memanjang, sehingga kesan internationalnya dapat. Dan ini juga bisa menandakan Auto show kita ini sudah skala international," ucap Presiden Direktur PT Hyundai Motor Indonesia, Mukiat Sutikno, di GIIAS 2015.
Di Amerika, menurut Mukiat, industri otomotif dan properti itu menjadi penggerak ekonomi. Sedangkan penetrasi kendaraan di Indonesia baru mencapai 6,9 persen dari 250 juta penduduk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya dua event ini, lanjut Mukiat. Indonesia bisa memberikan edukasi yang baik kepada konsumen.
"Dengan adanya event ini semoga kita lebih mengedukasi konsumen. Contohnya di pameran ini kita lebih mengedukasi konsumen teknologi. Seperti model Santa Fe kami, mesin diesel yang kami tawarkan itu 2.200 cc, padahal kalau dulu mesin ini pasti setara 3.000 cc," tambahnya.
Namun Mukiat memberikan beberapa catatan tentang penyelenggaraan yang menjadi kendala. Misalnya dari sisi transportasi.
βPertama transportasinya, harapannya lebih diperbaiki lagi. Seperti pameran diluar negeri saja, yang transportasinya sangat mendukung. Kalau transportasinya membaik, ini tentu akan positif, konsumen akan mudah untuk berkunjung," ujar Mukiat.
Tetapi panitia penyelenggara GIIAS untuk mengatasi kendala transportasi itu sudah menyiapkan berbagai titik penjemputan shuttle bus dari berbagai tempat di Jakarta. Para driver Go-Jek pun dikerahkan di depan ICE untuk mengantar pengunjung.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Sah! Malaysia Perketat Impor Mobil Murah China
Penunggak Pajak Kendaraan Dilarang Beli BBM Subsidi